Show simple item record

dc.contributor.authorVandha Pradwiyasma Widartha
dc.date.accessioned2013-12-18T06:35:55Z
dc.date.available2013-12-18T06:35:55Z
dc.date.issued2013-12-18
dc.identifier.nimNIM092410101025
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10020
dc.description.abstractToko modern merupakan toko yang menerapkan sistem penjualan dan pelayanan mandiri. Bentuk toko modern diantaranya adalah minimarket, supermarket, department store, dan hypermarket (Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 53/ M-Dag / Per/ 12/ 2008). Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember (2012) menyatakan terdapat 150 unit gerai minimarket, 3 department store dan 3 super market di Kabupaten Jember. Sebagian pendirian toko modern di Kabupaten Jember tidak memperhatikan peraturan pendirian toko modern. Fakta di lapangan menunjukkan beberapa pendirian toko modern saling berdekatan dengan toko tradisional bahkan pendirian toko modern saling berhadapan, hal ini dapat menyebabkan toko tradisional mengalami kerugian. Peneletian ini mengajukan salah satu alternatif solusi melalui sistem informasi geografis. Sistem informasi geografis tersebut akan dirancang untuk dapat menampilkan persebaran keberadaan toko modern dan dapat menentukan lokasi pendirian toko modern baru dalam bentuk peta digital. Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) digunakan sebagai pendukung untuk melakukan pengambilan keputusan penentuan lokasi pendirian toko modern baru dalam sistem ini. SIG merupakan suatu sistem kompleks yang dapat mengolah data spasial dan data atribut. SIG dalam penelitian ini digunakan untuk memetakan sebaran toko modern di Kota Jember. Data yang dibutuhkan dalam SIG didapatkan melalui tracking atau survey lokasi. Data tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan lokasi toko modern sesuai dengan wilayahnya. Hasil pengolahan data tersebut ditampilkan dalam bentuk peta digital atau peta dalam web. vi Pendirian Toko Modern memiliki beberapa syarat, syarat-syarat harus mempertimbangkan kepadatan penduduk, aksesibilitas wilayah, keberadaan toko tradisional, perkembangan pemukiman, dan Jumlah toko modern. Syarat – syarat tersebut akan dijadikan sebuah variabel atau kriteria penelitian yang akan diproses dengan menggunakan metode AHP. Langkah-langkah dalam AHP yang pertama adalah mendefinisikan masalah, menentukan kriteria, menetukan alternatif, perhitungan AHP, dan menampilkan rekomendasi lokasi. Pendefinisian masalah dalam penelitian ini adalah menentukan lokasi pendirian toko modern. Kriteria yang digunakan dalam peneltian ini adalah syarat-syarat pendirian toko modern. Alternatif dalam penelitian ini adalah berupa kelurahan yang terdapat di Kota Jember. Perhitungan AHP dilakukan dengan memasukkan skala prioritas kriteria dan alternatif. Skala prioritas kriteria menghasilkan beberapa nilai kepentingan antar elemen, kriteria kepadatan penduduk 3 kali lebih penting dari pada aksesibilitas wilayah, kepadatan penduduk 7 kali lebih penting dari toko tradisional, kepadatan penduduk 8 kali lebih penting dari toko modern, kepadatan penduduk 2 kali lebih penting dari pada perkembangan pemukiman, aksesibilitas wilayah 3 kali lebih penting dari pada toko tradisional, aksesibilitas wilayah 2 kali lebih penting dari pada toko modern, perkembangan pemukiman 3 kali lebih penting dari aksesibilitas wilayah, perkembangan pemukiman 5 kali lebih penting dari toko tradisional, dan perkembangan pemukiman 7 kali lebih penting dari pada toko modern. Perhitungan dilanjutkan dengan menghitung jumlah kolom, menghitung jumlah baris, menghitung nilai lambda, lambda maksimal, menghitung bobot prioritas kriteria dan altenatif, menghitung nilai CI dan CR untuk mengetahui konsistensi inputan skala prioritas. Perhitungan dilanjutkan dengan menghitung perkalian matriks antara bobot kriteria dengan bobot alternatif untuk mendapatkan nilai CW. Nilai CW yang terbesar merupakan rekomendasi utama. Berdasarkan hasil perhitungan CW, didapatkan 15 kelurahan yang memiliki rekomendasi. 15 kelurahan tersebut sudah diurutkan dari nilai yang paling tinggi ke nilai yang paling rendah, kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Gebang dengan nilai composite weight sebesar 0.105879, Kaliwates dengan CW sebesaren_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries092410101025;
dc.subjectSistem Informasi Geografisen_US
dc.titleSISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PERENCANAAN PENEMPATAN TOKO MODERN DI KOTA JEMBER DENGAN MENGGUNAKAN METODE AHPen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record