PENGARUH KONSUMSI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP DAYA TAHAN OTOT BICEPS PADA LATIHAN BEBAN MENGGUNAKAN METODE BICEPS ARM CURL
Abstract
Olahraga kebugaran otot dewasa ini merupakan olahraga yang marak dan
terkenal di masyarakat. Otot sebagai salah satu komponen yang dapat menghasilkan
gerakan dalam latihan beban membutuhkan komponen-komponen untuk
menghasilkan performa yang tinggi. Performa otot yang tinggi tersebut ditentukan
oleh kekuatan dan daya tahan otot. Daya tahan otot adalah kemampuan otot atau
sekelompok otot untuk melakukan kontraksi berulang selama waktu tertentu hingga
mencapai kelelahan. Untuk mendukung performa dalam olahraga angkat beban,
olahragawan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman suplemen seperti
minuman berenergi. Namun dalam dunia latihan kebugaran saat ini, olahragawan
sering mengonsumsi kopi sebagai pengganti minuman berenergi yang selain mudah
didapat dan murah, juga berguna untuk meningkatkan performa latihan dan
menghambat terjadinya kelelahan. Ada banyak varietas biji kopi, namun yang utama
dalam budidaya kopi di berbagai negara hanya beberapa varietas yaitu kopi arabika,
robusta, dan liberika. Arabika merupakan kopi tradisional dan dianggap paling enak
rasanya, sedangkan robusta memiliki kafein yang lebih tinggi.
Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsumsi kopi robusta (Coffea
canephora) terhadap daya tahan otot biceps pada latihan beban menggunakan metode
biceps arm curl. Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pertimbangan individu dan masyarakat untuk menggunakan kopi sebagai suplemen
sebelum melakukan latihan beban untuk meningkatkan performa otot.
Penelitian ini merupakan uji klinik (clinical trial) dengan metode quasi
eksperimental. Uji klinik yaitu suatu bentuk penelitian dengan rancangan
eksperimental terhadap manusia untuk membandingkan efek akibat intervensi antara
kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan
adalah uji klinis rancangan silang (cross over design clinical trial). Pada rancangan
ini setiap subjek studi diberlakukan sebagai eksperimen maupun sebagai kontrol.
Pada penelitian ini dilakukan single blind study dimana peneliti mengetahui mana
yang plasebo mana yang obat, tetapi subjek penelitian tidak mengetahuinya. Besar
sampel dari penelitian ini adalah 30 mahasiswa Universitas Jember yang dibagi
menjadi dua kelompok secara simple random sampling dengan metode undian yaitu
kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dimana masing-masing kelompok terdiri
dari 15 orang. Kelompok kontrol diberi plasebo yaitu diberi segelas perisa kopi moka
yang terdiri dari 20 ml perisa kopi moka dan 130 ml air, sedangkan kelompok
perlakuan diberi segelas kopi robusta yang terdiri dari 4 gram kopi robusta dan 150
ml air. Setelah periode washing out selama satu minggu kedua kelompok saling
bertukar peran, kelompok kontrol akan menjadi kelompok perlakuan dan sebaliknya.
Data yang diperoleh berupa jumlah repetisi biceps arm curl yang berhasil dilakukan
oleh sukarelawan hingga mencapai kelelahan. Rata-rata repetisi kelompok kontrol
dan perlakuan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik uji T (Tpaired
test).
Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata repetisi pada kelompok yang tidak
mengonsumsi kopi robusta adalah 13,8 ± 5,95; sedangkan rata-rata repetisi pada
kelompok yang mengonsumsi kopi robusta adalah 16,5 ± 6,79. Jadi dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata repetisi yang signifikan (analisis data
menggunakan T-paired test dengan nilai p < 0,05) pada latihan beban dengan
menggunakan metode biceps arm curl yang berhasil dilakukan oleh kelompok yang
tidak mengonsumsi kopi robusta dengan kelompok yang mengonsumsi kopi robusta.
Pada kelompok yang mengonsumsi kopi robusta memiliki nilai rata-rata repetisi lebih
tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi robusta.
Collections
- UT-Faculty of Medical [1487]