Show simple item record

dc.contributor.authorYayuk Kuswanti
dc.date.accessioned2015-03-12T12:12:14Z
dc.date.available2015-03-12T12:12:14Z
dc.date.issued2015-03-12
dc.identifier.nimNIM100210101097
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/61781
dc.description.abstractAnalisis soal dalam buku siswa matematika kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Pertama kelas VII berdasarkan dimensi kognitif Trends International Mathematics And Science Study (TIMSS); Yayuk Kuswanti, 100210101097; 2014; 137 halaman; Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember. Pada tahun 2013, pemerintah meluncurkan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Salah satu tujuan diberlakukannya kurikulum 2013 adalah pencapaian anak-anak Indonesia dalam TIMSS. Pencapaian anak-anak Indonesia yang tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang dikeluarkan TIMSS disebabkan antara lain banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia. Pengembangan Kurikulum 2013 benar-benar dipersiapkan dengan baik oleh Pemerintah. Hal itu terbukti dalam pegaplikasian Kurikulum 2013, Pemerintah memberikan sarana yang dapat menunjang terselenggaranya Kurikulum 2013 yaitu dengan buku siswa. Namun buku siswa tersebut masih membutuhkan penyempurnaan. Maka dari itu, dibutuhkan analisis soal dalam buku siswa Kurikulum 2013 untuk Siswa Menengah Pertama kelas VII berdasarkan dimensi kognitif TIMSS untuk mengetahui kesesuaian soal yang ada dalam buku siswa tersebut terhadap target dimensi kognitif yang ingin dicapai TIMSS dan tujuan Kurikulum 2013. Hal ini dilakukan untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap soal uji kompetensi pada buku siswa matematika kelas VII kurikulum 2013 semester 1 (edisi revisi 2014) berdasarkan dimensi kognitif TIMSS. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang didahului dengan pengembangan deskriptor dimensi kognitif TIMSS. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode angket. Metode dokumentasi dilakukan pada saat mengklasifikasikan soal uji viii kompetensi dalam buku siswa matematika kurikulum 2013 berdasarkan dimensi kognitif TIMSS. Metode angket digunakan pada saat validasi deskriptor. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Yaitu sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, penganalisis data, penafsir data, dan pelapor hasil penelitian. Peneliti menggunakan instrumen pendukung berupa lembar validasi deskriptor, lembar deskriptor dan lembar klasifikasi. Waktu penelitian mulai dari mengklasifikasi soal dan analisis soal dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Buku Siswa Matematika Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Pertama kelas VII semester 1 (edisi revisi 2014 ) terdapat 85 soal dan 177 pertanyaan yang tersebar pada uji kompetensi yang terdapat di tiap pokok bahasan serta uji kompetensi semester 1. Berdasarkan dimensi kognitif TIMSS soal-soal uji kompetensi pada buku ini mencakup 38,98% domain pengetahuan (A) yang terbagi atas 2,82 % deskriptor A2 (mengenali); 7,35% deskriptor A3 (menghitung); 12,43% deskriptor (mengambil); 16,38% deskriptor (mengklasifikasikan/mengurutkan). 50,85% domain penerapan (B) 25,4% deskriptor B1 (memilih); 9,6% deskriptor B2 (menunjukkan); 7,35% deskriptor B3 (memodelkan); 0,6% deskriptor B4 (mengimplementasikan); 79% deskriptor B5 (memecahkan masalah rutin). 9,6% domain penalaran (C) yang terbagi atas 3,38% deskriptor C1 (menganalisis); 4,52% deskriptor C3 (mengintegrasikan/menyatukan); 1,69% deskriptor C4 ( membenarkan). Selain itu terdapat 0,6% lain-lain. Sehingga soal-soal uji kompetensi dalam buku siswa matematika kurikulum 2013 untuk SMP kelas VII semester 1 (edisi revisi 2014) didominasi oleh domain penerapan (B). Hasil tersebut kurang sesuai dengan target dimensi kognitif TIMSS yang harus dicapai siswa yaitu 35% untuk domain pengetahuan, 40% untuk domain penerapan, dan 25% untuk domain penalaran. Karena soal yang mencakup domain penalaran masih sangat sedikit. Sehingga, siswa tidak diberikan tantangan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang kompleks yang menuntut kreativitas, berpikir kritis dan analitis dalam menyelesaikan masalah. Padahal kemampuan berfikir kreatif,en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries100210101097;
dc.subjectANALISIS SOAL DALAM BUKU SISWA MATEMATIKA KURIKULUM 2013 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII BERDASARKAN DIMENSI KOGNITIF TRENDS INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE STUDY (TIMSS)en_US
dc.titleANALISIS SOAL DALAM BUKU SISWA MATEMATIKA KURIKULUM 2013 UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII BERDASARKAN DIMENSI KOGNITIF TRENDS INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE STUDY (TIMSS)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record