Show simple item record

dc.contributor.authorTiara Chaeranee Noh
dc.date.accessioned2014-07-21T01:32:10Z
dc.date.available2014-07-21T01:32:10Z
dc.date.issued2014-07-21
dc.identifier.nimNIM101610101059
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/58563
dc.description.abstractJenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian yaitu post-test only control group design. Sampel yang digunakan adalah gigi premolar satu rahang atas yang utuh, permukaan enamel bebas karies, tidak terdapat kelainan gigi, dan tidak terdapat karang gigi atau kotoran lain. Sampel berjumlah dua belas yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: kelompok kontrol (I), dan dua kelompok perlakuan (II dan III). Pada kelompok I seluruh sampel direndam dalam saliva buatan yang ditambahkan S. mutans selama 6 minggu. Pada kelompok II, sampel di-bleaching dengan karbamid peroksida 10% selama 4 jam kemudian direndam dalam saliva buatan yang ditambahkan S. mutans selama 20 jam dimana perlakuan ini diberikan selama 6 minggu. Pada kelompok III, perlakuan yang diberikan sama dengan kelompok II, tetapi bahan bleaching yang digunakan adalah hidrogen peroksida 10%. Pada hari pertama minggu ke-4 dilakukan culture pada media perendaman masing-masing kelompok untuk mengetahui bakteri tersebut tumbuh dan berkembang biak. Setelah 6 minggu, sampel gigi dari tiap kelompok dipotong secara transversal pada lingkaran terbesar mahkotanya untuk selanjutnya dilakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan pembesaran 40x dan dilakukan pengamatan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) dengan pembesaran 100x. Secara klinis, hasil penelitian menunjukkan sampel pada kelompok perlakuan (kelompok II dan III) warnanya lebih putih dibandingkan dengan kelompok kontrol (kelompok I). Dan ketika dilakukan pemotongan, sampel pada kelompok II dan III warnanya lebih putih daripada sampel kelompok I. Selain itu, pada pengamatan di bawah mikroskop baik sampel kelompok II dan kelompok III pada permukaan enamel teksturnya terlihat kasar, tidak rata, dan mengalami perlunakan. Pada pengamatan menggunakan SEM pada kelompok I menunjukkan enamel rod yang jelas, rata dan rapat sedangkan pada kelompok II dan III jarak antar enamel rod melebar dan tidak jelas. Jarak antar enamel rod yang melebar menunjukkan adanya porositas. Kesimpulan pada penelitian ini adalah gigi yang telah di-bleaching baik dengan menggunakan karbamid peroksida 10% maupun hidrogen peroksida 10% secara klinis terlihat lebih putih daripada gigi yang tidak di-bleaching, namun gigi yang telah di-bleaching secara mikroskopis menjadi kasar, tidak rata dan enamel rod menjadi melebar akibat lapisan enamel serta mengalami perlunakan oleh proses demineralisasi bahan bleaching.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries101610101059;
dc.subjectExternal Bleaching, Streptococcus mutansen_US
dc.titleGAMBARAN MIKROSKOPIS ENAMEL GIGI SETELAH DILAKUKAN EXTERNAL BLEACHING DAN DIPAPAR OLEH Streptococcus mutansen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record