Show simple item record

dc.contributor.authorMuhammad Eka Rahman
dc.date.accessioned2013-12-05T07:31:42Z
dc.date.available2013-12-05T07:31:42Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5001
dc.description.abstractKegiatan ekonomi dilakukan manusia untuk mencapai kemakmuran, salah satunya dengan melakukan kegiatan usaha baik dengan skala kecil sampai skala besar, tergantung dari kekuatan modal, sumber daya manusia dan peluang untuk berusaha, dalam era globalisasi jenis usaha bermunculan dengan berbagai macam karakteristik, sektor jasa dan sektor perdagangan berkembang dengan pesat, sektor jasa yang mengutamakan pelayanan berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen, sehingga kepuasan konsumen menjadi prioritas usaha di sektor ini. Opportunity dalam usaha akan menciptakan persaingan antar pedagang yang jenis usaha daganngya hampir sama, dengan keberadaan pusat jajanan rakyat secara langsung menciptakan persaingan usaha antara pedagang satu dengan pedagang lain dalam menggaet konsumen,, banyak hal yang harus dilakukan pedagang kaki lima yang bertempat di pusat jajanan rakyat untuk menciptakan loyalitas pelanggannya, salah satunya kedekatan para pelanggan dengan pedagang, tempat yang bersih, dan juga inovasi menu yang ada. Ini yang terlihat oleh peneliti setelah melakukan observasi di area pujasera Lumajang, dari sedikit percakapan dengan konsumen bahwa mereka mempunyai kedekatan secara emosionnal dengan pemilik stand, sehingga mereka selalu meluangkan waktunya Pedagang kaki lima selama ini identik dengan menjajakan keliling, perlahan berubah paradigmanya, pedagang kaki lima telah menempati suatu tempat tertentu secara permanen, dimana tempat tersebut merupakan lahan strategis untuk mendapatkan konsumen, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap vii pedagang kaki lima, sehingga banyak didaerah yang pemerintah daerahnya menegluarkan surat keputusan untuk menetapkan area- area tertentu menjadi pusat kegiatan ekonomi kecil menengah salah satunya pedagang kaki lima, sehingga pedagang kaki lima tertampung dan tertata dengan baik, ini merupakan suatu perlindunagn yang diberikan pemerintah terhadap usaha kecil menengah yang ingin tetap mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Pedagang secara bertahap telah menerapkan konsep strategi pemasaran dalam usahanya, walaupun mereka tidak pernah menganggap kedekatan emosional menjadi salah satu strategi memasarkan produknya, setiap usaha yang dilakukan yang berhubungan dengan memproduksi barang maupun jasa pasti membutuhkan strategi pemasaran yang baik, agar barang dan jasa yang diproduksi alirannya menjadi lancar dan menghasilkan laba yang diinginkan, walaupun sektor yang dijalankan bersifat mikro, para pedagang kaki lima berhasil menciptakan modal usaha untuk mempertahankan usahanya sekaligus mengembangkan usahaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries0702103911149;
dc.subjectPedagang kaki lima, Strategi Pemasaran, Mengembangkan Usahaen_US
dc.titleSTRATEGI PEMASARAN PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PUSAT JAJANAN RAKYAT KABUPATEN LUMAJANGen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record