Penentuan Koefisien Ekspansi Termal Linier Logam Aluminium, Kuningan dan Besi Menggunakan Interferometer Michelson
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Secara umum, logam mengalami perubahan dimensi saat dipanaskan pada
suhu yang tinggi, yang dikenal sebagai pemuaian panjang termal atau ekspansi termal
linier. Tingkat pemuaian termal bervarisi untuk setiap jenis logam bergantung pada
kompisisi kimia logam tersebut. Pengetahuan mengenai koefisien ekspansi termal
linier logam menjadi parameter yang penting karena berguna dalam proses desain dan
pemilihan metarial konstruksi, serta penting untuk memastikan kinerja yang optimal
dari struktur logam dalam berbagai kondisi lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk menentukan nilai koefisien ekspansi termal linier dari logam aluminium,
kuningan dan besi dengan menggunakan metode Interferometer Michelson.
Interferometer Michelson merupakan seperangkat alat eksperimental yang didasarkan
pada interaksi dua gelombang atau lebih dengan lintasan optik yang berbeda.
Interferometer Michelson ini dapat digunakan secara meluas dalam penelitian
mendasar dibidang fisika dan menunjukkan suatu keberlanjutan, konsistensi serta
keandalan dalam menghasilkan data yang akurat. Interferometer juga memiliki
sensitivitas yang tinggi sehingga dapat menganali perubahan yang kecil dalam
lingkungan atau bahan yang diukur.
Logam yang digunakan pada penelitian ini memiliki ukuran panjang 58 𝑐𝑚
dan diameter 9 𝑚𝑚. Rentang suhu yang digunakan yaitu dari suhu ruang 26℃ sampai
95℃. Panas yang digunakan untuk memuaikan logam berasal dari uap air yang mana
air akan dipanaskan menggunakan spiritus. Logam akan diposisikan sedemikian rupa
disebelah Interferometer Michelson, dengan penataan tersebut maka dapat dengan
mudah mengamati perubahan frinji yang ada pada layar ketika logam mulai bertambah
panjang. Uap air yang muncul pada proses pemanasan akan disalurkan menuju logam
menggunakan selang. Ujung logam akan ditempatkan pada tuas kecil yang telah terhubung dengan plat akrilik sehingga plat tersebut memungkinkan untuk mendorong
dan mengubah jumlah frinji. Perubahan frinji yang muncul pada layar kemudian
diamati dan dicatat.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu nilai koefisien ekspansi termal
linier dari logam alumunium, kuningan dan besi. Nilai koefisien ekspansi termal ini
didapat dari menganalisis regresi linier grafik hubungan antara perubahan panjang
(∆𝐿)(𝑐𝑚) dengan perubahan suhu (∆𝑇)(℃). Nilai koefisien ekspansi termal linier
dari penelitian ini yaitu (2,9 ± 0,79) × 10−5 /℃ untuk logam aluminium,
(1,7 ± 0,36) × 10−5 /℃ untuk logam kuningan dan (1,7±0,35) ×10−5 /℃
untuk logam besi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa nilai koefisien
ekspansi termal linier telah tidak mendekati literatur. Hal ini dapat ditunjukkan dengan
nilai kesalahan relatifnya yaitu sebesar 20,83% untuk logam aluminium, 10,52%
untuk logam kuningan dan 54,54% untuk logam besi. Ketidakakuratan nilai hasil
dengan literatur ini disebabkan karena penyebaran kalor dari pemanas yang tidak
merata dan juga karena kemurnian logam yang digunakan saat penelitian dengan
literatur berbeda. Nilai 𝑅2 dari setiap logam juga besar yaitu 0,8873 untuk logam
aluminium, 0,9293 untuk logam kuningan dan 0,9008 untuk logam besi. Artinya
pengaruh perubahan suhu terhadap pertambahan panjang untuk logam aluminium
sebesar 80,73%, untuk logam kuningan sebesar 92,93% dan untuk logam besi sebesar
90,08%. Sehingga dapat dikatakan bahwa perubahan suhu memiliki pengaruh linier
yang kuat terhadap pertambahan panjang pada logam.
Description
Reupload File Repository 23 Februari 2026_Yudi/Rega
