Show simple item record

dc.contributor.authorZuhdin Fandi Ardian
dc.date.accessioned2014-01-27T04:54:54Z
dc.date.available2014-01-27T04:54:54Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM060810101167
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/25226
dc.description.abstractTujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pola perdagangan pada industri tekstil antara Indonesia dengan Amerika, Jepang, dan Singapura serta faktorfaktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks Grubel-Lloyd dan Analisis Regresi Linier Berganda. Indeks Grubel-Lloyd digunakan untuk mengetahui pola perdagangan industri tekstil antara Indonesia dengan Amerika, Jepang, dan Singapura. Analisis Regresi Linier Berganda digunakan untuk mengestimasi variabel-variabel dalam penelitian ini. Hasil perhitungan dengan menggunakan indeks Grubel-Lloyd, berdasarkan kategori SITC komoditi tekstil yang memiliki intensitas perdagangan intra-industri tertinggi pertama sampai ketiga antara Indonesia dengan Amerika, Jepang, dan Singapura berturut-turut adalah komoditi SITC 651, 655, 657. Berdasarkan kategori ISIC, kasus perdagangan intra-industri tekstil antara Indonesia dengan Amerika dan Singapura belum berkategori perdagangan intra-industri, dengan nilai indeks 10,5% dan 15,8%. Sedangkan kasus perdagangan intra-industri tekstil antara Indonesia dengan Jepang sudah berkategori perdagangan intra-industri, dengan nilai indeks 73,7%. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, pada kasus perdagangan Indonesia-Amerika dapat diketahui bahwa variabel diferensiasi produk (PD) menunjukkan hasil negatif dan tidak berpengaruh, variabel GDP Indonesia menunjukkan hasil negatif dan berpengaruh, serta variabel penanaman modal asing (PMA) menunjukkan hasil positif dan tidak berpengaruh. Kasus perdagangan Indonesia-Jepang, variabel diferensiasi produk (PD) menunjukkan hasil negatif dan tidak berpengaruh, variabel GDP Indonesia menunjukkan hasil negatif dan berpengaruh, serta variabel penanaman modal asing (PMA) menunjukkan hasil positif dan berpengaruh. Sedangkan Kasus perdagangan Indonesia-Jepang, variabel diferensiasi produk (PD) menunjukkan hasil negatif dan tidak berpengaruh, variabel GDP Indonesia menunjukkan hasil positif dan berpengaruh, serta variabel penanaman modal asing (PMA) menunjukkan hasil positif dan tidak berpengaruh.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060810101167;
dc.subjectPERDAGANGAN INTRA DAN INTER-INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) ANTARA INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA MITRA DAGANG UTAMAen_US
dc.titleNALISIS PERDAGANGAN INTRA DAN INTER-INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) ANTARA INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA MITRA DAGANG UTAMA TAHUN 1990-2008en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record