Show simple item record

dc.contributor.authorNETI SURAMI
dc.date.accessioned2014-01-15T05:33:16Z
dc.date.available2014-01-15T05:33:16Z
dc.date.issued2014-01-15
dc.identifier.nimNIM051710201086
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14569
dc.description.abstractJagung manis merupakan sayuran yang biasanya diolah secara sederhana menjadi jagung rebus dan jagung bakar saja. Untuk itu agar diperoleh nilai tambah maka jagung manis dapat diolah menjadi susu jagung manis. Selain itu, agar memiliki daya simpan yang lama maka susu jagung manis diolah menjadi produk kering berupa bubuk jagung manis instan. Teknologi yang cocok adalah proses pengeringan dengan menggunakan metode spouted-vortex-bed. Dalam proses pengeringan suatu bahan akan mengalami kerusakan secara fisik karena itu dalam hal ini akan dilakukan analisis terhadap bubuk jagung manis. Ruang lingkup penelitian ini hanya dibatasi pada karakteristik bubuk jagung manis, dengan tujuan untuk mengetahui proses pengeringan ekstrak jagung manis dengan metode spouted-vortex-bed dan pengaruh variabel kondisi pengeringan terhadap karakteristik bubuk jagung manis instan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Alat dan Mesin Pertanian Jurusan Teknik Pertanian dan di Laboratorium Rekayasa Proses Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. Waktu penelitian adalah bulan Maret 2009 sampai dengan September 2009. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah bubuk jagung manis instan hasil pengeringan tipe spouted-vortex-bed. Adapun variabel-variabel kondisi pengeringan adalah sebagai berikut: suhu 100ºC, 110ºC, 120ºC, laju umpan 0,6 kg/jam, 1,0 kg/jam, 1,5 kg/jam, laju aliran udara 986,94 m vii 3 /jam, 980,27 m 3 /jam, 973,79 m /jam, massa teflon 0,7 kg, 1,0 kg, 1,3 kg. Sedangkan parameter yang diamati adalah warna, densitas (ρs), kapasitas absorpsi air, indeks kelarutan (SI), viskositas (µ) dan kadar air bubuk. Dari keempat variabel akan diperoleh kombinasi perlakuan. 3 Untuk menganalisa pengaruh perlakuan terhadap produk digunakan analisis grafis. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap warna, kadar air, kapasitas absorpsi air, indeks kelarutan, dan viskositas adalah suhu (T). Sedangkan untuk densitas, variabel yang paling berpengaruh adalah laju umpan (F). Produk yang memiliki perbedaan warna paling sedikit terhadap kontrol adalah pada suhu 110°C, laju umpan 0,6 kg/jam, debit udara 973,79 m 3 /jam, massa teflon 1,0 kg dengan perbedaan warna total 6,40. Derajat keputihan yang terbaik adalah produk pada perlakun suhu 110°C, laju umpan 1,5 kg/jam, debit udara 980,27 m viii 3 /jam, massa teflon 1,0 kg dengan nilai 49,93. Produk yang nilai densitasnya paling mendekati kontrol adalah perlakuan suhu 110°C, laju umpan, debit udara 973,79 m /jam, massa teflon 1,3 kg. Untuk kapasitas absorpsi air produk yang terbaik adalah pada suhu 100°C, laju umpan 1,5 kg/jam, debit udara 986,94 m 3 /jam, massa teflon 1,3 kg dengan nilai 5,94 mlH O/gr bubuk. Nilai indeks kelarutan yang terbaik 0,0608 gr/ml dengan sampel pad perlakuan suhu 120°C, laju umpan 0,6 kg, debit udara 986,94 m 3 2 /jam, massa teflon 1,3 kg. Produk yang memiliki nilai viskositas paling mendekati kontrol adalah sampel pada perlakuan suhu 100°C, laju umpan 0,6 kg, debit udara 986,94, massa teflon 1,3 kg dengan nilai 62,67 mPa.s. Produk yang memiliki kadar air paling kecil adalah sampel pada perlakuan suhu 110°C, laju umpan 1,5 kg/jam, debit udara 986,94 m 3 /jam, massa teflon 1,3 kg dengan jumlah kadar air 3,04 %bb.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries051710201086;
dc.subjectBubuk Ekstrak Jagung Manis Instan, Hasil Pengeringan Tipe Spouted-Vortex-Beden_US
dc.titleKARAKTERISTIK PRODUK BUBUK EKSTRAK JAGUNG MANIS INSTAN HASIL PENGERINGAN TIPE SPOUTED-VORTEX-BEDen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record