Potensi Ekstrak Sutra Laba-Laba Argiope Modesta 5% Sebagai Bahan Anti Inflamasi pada Luka Gingiva Tikus Wistar
Date
2021-10-31Author
FATIMATUZZAHRO, Nadie
PRASETYA, Rendra Chriestedy
PURI, Shinta
Metadata
Show full item recordAbstract
Pendahuluan: Luka adalah rusaknya suatu jaringan yang dapat disebabkan oleh jejas ataupun tindakan medis. Reaksi awal penyembuhan luka pada gingiva adalah terbentuknya gumpalan darah, kemudian terjadi inflamasi yang akan melibatkan sel-sel leukosit seperti neutrofil, makrofag, dan limfosit ke area luka. Sutra laba-laba mengandung asam amino glisin dan alanin yang diduga berperan sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak sutra laba-laba Argiope modesta 5% terhadap jumlah sel inflamasi (sel neutrofil, makrofag, dan limfosit) pada luka gingiva tikus wistar. Metode: Hewan coba sebanyak 27 ekor tikus wistar jantan dan dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok gel ekstrak sutra laba-laba 5% (P5%); kelompok kontrol negatif gel CMC-Na 2% K(-); dan kelompok kontrol positif Aloclairgel K(+). Punch biopsy dilakukan pada gingiva bukal M1 kiri bawah dengan diameter 2,0 mm hingga mencapai tulang alveolar. Hewan coba dieuthanasia pada hari ke-3, 5, dan 7 setelah pemberian gel, dilakukan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan two-way ANOVA dan Least Significance Different (LSD) dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil: Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan, yang mengindikasikan bahwa aplikasi gel ekstrak sutra laba-laba 5% menyebabkan infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit pada luka gingiva tikus. Hasil uji LSD menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif menstimulasi infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit signifikan (p<0,05) lebih banyak dibanding kelompok kontrol positif. Simpulan: Ekstrak sutra laba-laba Argiope modesta 5% memiliki potensi sebagai bahan antiinflamasi dengan menurunkan jumlah sel inflamasi, baik neutrofil, makrofag, dan limfosit pada luka gingiva tikus wistarPendahuluan: Luka adalah rusaknya suatu jaringan yang dapat disebabkan oleh jejas ataupun tindakan medis. Reaksi awal penyembuhan luka pada gingiva adalah terbentuknya gumpalan darah, kemudian terjadi inflamasi yang akan melibatkan sel-sel leukosit seperti neutrofil, makrofag, dan limfosit ke area luka. Sutra laba-laba mengandung asam amino glisin dan alanin yang diduga berperan sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak sutra laba-laba Argiope modesta 5% terhadap jumlah sel inflamasi (sel neutrofil, makrofag, dan limfosit) pada luka gingiva tikus wistar. Metode: Hewan coba sebanyak 27 ekor tikus wistar jantan dan dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok gel ekstrak sutra laba-laba 5% (P5%); kelompok kontrol negatif gel CMC-Na 2% K(-); dan kelompok kontrol positif Aloclairgel K(+). Punch biopsy dilakukan pada gingiva bukal M1 kiri bawah dengan diameter 2,0 mm hingga mencapai tulang alveolar. Hewan coba dieuthanasia pada hari ke-3, 5, dan 7 setelah pemberian gel, dilakukan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan two-way ANOVA dan Least Significance Different (LSD) dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil: Hasil ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan, yang mengindikasikan bahwa aplikasi gel ekstrak sutra laba-laba 5% menyebabkan infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit pada luka gingiva tikus. Hasil uji LSD menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif menstimulasi infiltrasi sel netrofil, makrofag dan limfosit signifikan (p<0,05) lebih banyak dibanding kelompok kontrol positif. Simpulan: Ekstrak sutra laba-laba Argiope modesta 5% memiliki potensi sebagai bahan antiinflamasi dengan menurunkan jumlah sel inflamasi, baik neutrofil, makrofag, dan limfosit pada luka gingiva tikus wistar.
Collections
- LSP-Jurnal Ilmiah Dosen [7301]