Show simple item record

dc.contributor.advisorSHODIKIN, M.Ali
dc.contributor.advisorKUSUMASTUTI, Inke
dc.contributor.authorINDASYAH, Wahidah Nur
dc.date.accessioned2020-07-05T12:59:44Z
dc.date.available2020-07-05T12:59:44Z
dc.date.issued2020-02-26
dc.identifier.nimNIM162010101117
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/99555
dc.description.abstractBBLR merupakan prediktor tertinggi angka kematian bayi, terutama dalam satu bulan pertama kehidupan. Angka kelahiran bayi dengan kondisi BBLR di Indonesia khususnya Jawa Timur masih relatif tinggi. Bayi dengan BBLR memiliki kualitas hidup jangka panjang dan atau jangka pendek yang kurang baik. Salah satu penyebab BBLR dari faktor ibu ialah riwayat penyakit infeksi yang diderita ibu. Penyakit infeksi pada ibu yang dapat menyebabkan BBLR pada bayi salah satunya yaitu HIV/AIDS. Ibu hamil dengan infeksi HIV akan mengalami penurunan imunitas yang progresif sehingga ibu mudah terserang infeksi. Adanya infeksi mengganggu penyerapan nutrisi karena menumpuknya sel inflamasi di plasenta sehingga pertumbuhan janin terhambat dan bayi dapat terlahir dengan BBLR. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara ibu hamil HIV dengan BBLR pada bayi di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan pengetahuan bagi klinisi, instansi akademik, dan pemerintah dalam menunjang kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien ibu hamil positif maupun negatif HIV/AIDS yang dirawat di SMF Obstetri dan Ginekologi serta bayinya yang dirawat SMF Ilmu Kesehatan Anak RSD dr. Soebandi Jember pada bulan Agustus 2014 - Juli 2017. Teknik pengambilan sampel untuk kelompok ibu hamil positif HIV/AIDS menggunakan total random sapling dan kelompok ibu hamil negatif HIV/AIDS menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel masing-masing 52 pasien ibu hamil dan bayinya. Data rekam medis yang didapatkan kemudian didistribusikan dan dianalisis secara bivariat menggunakan Chi-Square dan Fisher’s Exact. Kemudian dilakukan analisis menggunakan T-test untuk mengetahui pengaruh dari faktor perancu. Hasil uji hubungan ibu hamil HIV dengan berat badan lahir bayi menggunakan Fisher’s Exact didapatkan nilai p=0,06 (OR=3,42). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara ibu hamil HIV dengan berat badan lahir bayi di RSD dr. Soebandi Jember. Hasil uji beda usia dengan status HIV ibu dan berat badan lahir bayi menggunakan Ttest didapatkan nilai p=0,78 dan p=0,53. Hasil uji beda paritas dengan status HIV ibu dan berat badan lahir bayi menggunakan T-test didapatkan nilai p=0,31 dan p=0,47. Hasil uji beda usia kehamilan dengan status HIV ibu dan berat badan lahir bayi menggunakan T-test didapatkan nilai p=0,41 dan p=23. Hasil uji beda gangguan fungsi plasenta dengan status HIV ibu dan berat badan lahir bayi menggunakan T-test didapatkan nilai p=0,53 dan p=34. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara ratarata usia ibu, paritas, usia kehamilan, gangguan fungsi plasenta dengan status HIV ibu dan berat badan lahir bayi di RSD dr. Soebandi Jember.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFakultas Kedokteranen_US
dc.subjectHIVen_US
dc.subjectIbu hamilen_US
dc.subjectBerat badan lahir bayien_US
dc.titleHubungan Ibu Hamil HIV dengan Berat Badan Lahir Bayi di RSD dr. Soebandi Jemberen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiPendidikan Dokter
dc.identifier.kodeprodi2010101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record