Show simple item record

dc.contributor.advisorHANDAYONO, Tri S.P., Ph.D.
dc.contributor.advisorPUDJI RESTANTO, Didik M.S., Ph.D
dc.contributor.authorMUKARROMATUS SHALEHAH, Innani
dc.date.accessioned2020-07-02T03:52:38Z
dc.date.available2020-07-02T03:52:38Z
dc.date.issued2020-01-21
dc.identifier.nim172520101011
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/99541
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu Negara di Asia dengan produksi beras terbesar ketiga di dunia. Indonesia memiliki keanekaragaman plasma nutfah padi yang sangat banyak. Beberapa daerah di Indonesia memiliki padi unggul, salah satunya adalah padi aromatik. Penentuan kualitas tanak dan masak padi aromatik khususnya di Indonesia biasanya berasarkan sifat morfologi, agronomi dan fisikokimianya, namun informasi mengenai analisis fisikokimia paadi aromatik Indonesia secara menyeluruh belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, identifikasi plasma nutfah padi aromatik di Indonesia sangat penting dilakukan untuk menyelidiki sifat-sifat genetik padi aromatik Indonesia dan analisis clustering plasma nutfah padi aromatik berdasarkan fisikokimianya, kedua analisis ini sanat penting dilakukan untuk dijadikan acuan dalam rangka pengembangan varietas unggul kultivar padi aromatik baru berdasarkan sifat fisikokimia padi aromatik Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan 21 padi Indonesia yang ditaman pada pot dan proses perawatan tanaman dilakukan di greenhouse. Sampel padi selanjutnya dideteksi menggunakan aplikasi marka Bradburry dan Uji Organoleptik untuk memastikan sampel padi yang digunakan merupakan padi aromatik. Langkah selanjutnya persiapan sampel untuk dianalisis fisikokimia meliputi amylose, amilopektin, karbohidrat, protein, lemak, air, abu, DSC, RVA dan pengamatan struktur granule. Hasil penelitian terkait deteksi padi aromatik menggunakan marka bradburry dan uji organoleptik menunjukkan varietas Situ Bagendit merupakan padi non-aromatik. Hasil uji korelasi menunjukkan semua parameter fisikokimia saling berkorelasi satu dan yang lainnya, Berdasarkan hasil PCA amilosa memiliki nilai loading tertinggi diikuti oleh parameter DSC dan RVA. Beradarkan hasil clustering PCA padi aromatik Indonesia terbagi menjadi 4 cluster dimana selanjutnya ke 4 cluster tersebut diuji lanjut dengan pengamatan morfologi granule menggunakan SEM. Hasil SEM menunjukkan kelompok 1 memiliki granul berbentuk bulat dengan ukuran rata-rata sama, kelompok 2 memiliki bentuk granul bulat dengan ukuran berbeda, kelompok 3 memiliki granul polyhedral dengan pinggiran runcing dan kelompok 4 memiliki granul berbentuk polyhedral dengan pinggiran tumpul. Kesimpulan dari penelitian ini adalah informasi mengenai analisis fisikokimia dan struktur padi aromatik Indonesia sangat penting, kedua analisis dapat dijadikan acuan dalam rangka pengembangan varietas unggul kultivar padi aromatik baru berdasarkan sifat fisikokimia padi aromatik Indonesia.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherPASCASARJANAen_US
dc.subjectSifat Fisikokimiaen_US
dc.subjectStrukturen_US
dc.subjectBIJI PADI AROMATIKen_US
dc.titleKarakterisasi Fisikokimia dan Struktur Biji Padi Aromatik Indonesiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiBIOTEKNOLOGI
dc.identifier.kodeprodi2520101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record