Show simple item record

dc.contributor.advisorMARDIJANA, Alif
dc.contributor.advisorDIAN, Kristianningrum
dc.contributor.authorNEGARA, I Made Putra Wira
dc.date.accessioned2020-06-23T06:10:13Z
dc.date.available2020-06-23T06:10:13Z
dc.date.issued2020-02-10
dc.identifier.nimNIM162010101013
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/99297
dc.description.abstractKetidakseimbangan kadar asetilkolinesterase (AChE) merupakan salah satu indikator yang dapat ditemukan pada orang yang mengalami keracunan ataupun paparan pestisida. Menurut Sentral Informasi Keracunan Nasional (Sikernas) sejak tahun 2016 sampai saat ini tercatat 771 kasus keracunan yang terjadi akibat pestisida yang terus meningkat (Okta, 2019). Kadar AChE yang menurun dapat terjadi akibat penggunaan pestisida dalam jangka waktu lama dan sifat neurotoksin zat pada pestisida yang dapat dilihat salah satunya pada gangguan kognitif. Pada umumnya gangguan kognitif merupakan gangguan yang sering terjadi seiring peningkatan usia dan menyebabkan kemampuan fungsi otak menurun yang ditandai dengan timbulnya gangguan berpikir, kalkulasi, komunikasi verbal, ingatan visual, dan konsentrasi maupun akibat zat kimia seperti pestisida yang bersifat neurotoksin secara perlahan akan menimbulkan gangguan hingga kerusakan pada sistem saraf pusat. Pestisida bekerja dengan menghambat enzim AChE melalui proses fosforilasi bagian ester anion setelah masuk dalam tubuh yang akan mengikat enzim AChE sehingga AChE menjadi inaktif. Pekerja yang bekerja dalam rentan waktu yang lama dengan pestisida akan mengalami keracunan menahun sehingga semakin lama bekerja maka akan makin bertambah jumlah pestisida yang terabsorbsi dan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani yang terpapar maupun lingkunganya. Status kognitif dapat diperiksa dengan menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) yang merupakan suatu pemeriksaan untuk menilai fungi kognitif dari seseorang dan dipergunakan secara luas. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang menggunakan pestisida organofosfat di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Teknik penyambilan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan kadar kolinesterase darah dan pemeriksaan kuisioner MMSE. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara fungsi kognitif terhadap kadar kolinesterase pada petani di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dengan sampel yang telah memenuhi syarat inkulusi dan eksklusi yaitu 30 sampel petani dengan 12 responden (40%) dengan skor gangguan kognitif dan terdapat 14 subjek penelitian (46,67%) yang mengalami penurunan kadar kolinesterase. Pada penelitian ini ditemukan distribusi data tidak normal dan pada uji korelasi spearman menunjukan tidak terdapat hubungan antara kadar kolinesterase dengan status kognitif yaitu dengan nilai p= 0,7 karena adanya beberapa faktor internal seperti usia dan gaya hidup serta eksternal seperti penggunaan APD, lama penyemprotan, arah angin saat penyemprotan yang dapat mempengaruhi kadar kolinesterase maupun fungsi kognitif sehingga memungkinkan menimbulkan bias dan tidak signifikan.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFakultas Kedokteranen_US
dc.subjectKadar Kolinesteraseen_US
dc.subjectAnatomi Sistem Sarafen_US
dc.subjectSistem Saraf Pusaten_US
dc.subjectKeracunan Pestisidaen_US
dc.titleHubungan Kadar Kolinesterase Terhadap Status Kognitif pada Petani di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jemberen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiKdeokteran
dc.identifier.kodeprodi2010101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record