Show simple item record

dc.contributor.advisorRIFAI, Ahmad
dc.contributor.advisorENDRIAN, Dicky
dc.contributor.authorARIYANTI, Prepty Dwi
dc.date.accessioned2019-11-27T04:46:51Z
dc.date.available2019-11-27T04:46:51Z
dc.date.issued2019-07
dc.identifier.nimNIM152310101110
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id//handle/123456789/96420
dc.description.abstractMasa remaja adalah masa dimana remaja mencapai proses kematangan secara psikososial, emosional, dan seksual ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi. Sebagian besar remaja yang berpacaran akan melakukan hubungan seksual ketika keseriusan dan komitmen dalam hubungan mereka meningkat. Komunikasi tentang masalah seksual antara orang tua dan remaja dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja, salah satu tantangan adalah kapan memulai komunikasi tentang hubungan seksual yang berdampak HIV/AIDS, dimulai dengan lebih baik untuk memastikan bahwa sebelum anak memulai hubungan apapun mereka sudah mendapatkan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola komunikasi orang tua-remaja tentang seksual dan HIV/AIDS di SMA Negeri 3 Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 243 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner FARBCS untuk mengukur komunikasi orang tua-remaja dan proses komunikasi orang tua-remaja tentang seksual dan HIV/AIDS yang terdiri dari 20 butir pertanyaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pola komunikasi mayoritas remaja dan orang tua membahas mengenai topik HIV/AIDS dengan presentase yang menjawab ya sebanyak 114 responden (46,9%), fisik atau pengembangan seksual sebanyak 131 responden (53,9%) dan pengetahuan tentang PMS sebanyak 143 responden (58,3%). Gambaran pola komunikasi orang tua-remaja tentang seksual dan HIV/AIDS didapatkan hasil rata-rata 37,35 (SD=5,303) yang menunjukkan bahwa pola komunikasi orang tuaremaja tentang seks dan HIV/AIDS rendah karena mendekati nilai minimal. Berdasarkan hasil penelitian di SMAN 3 Jember, peneliti menganalisa bahwa rendahnya tingkat komunikasi antara orang tua dan remaja sebagian besar dipengaruhi oleh budaya, karena hampir seluruh responden dalam penelitian ini berasal dari Suku Jawa. Tabu membicarakan hal-hal sensitif mengenai seksualitas bagi orang Jawa, dan jika dibicarakan akan membuat ketidaknyamanan antara yang membicarakan dan mendengarkan. Hal itulah yang membuat orangtua dan remaja tidak membicarakan hal-hal terkait seksualitas dan HIV/AIDS. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu gambaran pola komunikasi orang tua-remaja tentang seksual dan HIV/AIDS di SMA Negeri 3 Jember berada dalam kategori rendah. Perawat diharapkan mampu memberikan pengetahuan tentang pentingnya upaya meningkatkan pola komunikasi mengenai seksual dan HIV/AIDS untuk membantu remaja terhindar dari perilaku seksual berisiko.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFAKULTAS KEPERAWATANen_US
dc.subjectPola Komunikasien_US
dc.subjectparents-adolescentsen_US
dc.subjectHIV/AIDSen_US
dc.subjectKomunikasi Keluargaen_US
dc.titleGambaran Pola Komunikasi Orang Tua-Remaja Tentang Seksual Dan HIV/AIDS Di SMA Negeri 3 Jemberen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiIlmu Keperawatan
dc.identifier.kodeprodi2310101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record