Show simple item record

dc.contributor.advisorSUSWANDI, Petrus Edi
dc.contributor.advisorPRIYONO, Teguh Hadi
dc.contributor.authorSULAIHAH
dc.date.accessioned2019-11-26T01:56:22Z
dc.date.available2019-11-26T01:56:22Z
dc.identifier.nimNIM140810101014
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id//handle/123456789/95530
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh pendidikan, kepemilikan rumah, status perkawinan, pendapatan, jenis kelamin dan umur terhadap keputusan bermigrasi di provinsi jawa timur , baik secara parsial maupun secara bersama-sama. untuk metode penelitiannya menggunakan data sekunder yaitu IFLS 2015 untuk mengukur berapa besar pengaruh pendidikan, kepemilikan rumah, status perkawinan,pendapatan, jenis kelamin dan umur terhadap keputusan bermigrasi di provinsi jawa timur digunakan analisis regresi model logistik. Hasil analisis regresi regresi model logistik.secara bersama-sama menunjukan bahwa variabel tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan tenaga kerja melakukan migrasi migrasi internal di provinsi jawa timur, tingkat kesalahan 5% untuk pendidikan menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar 1.78 dan probabilitas Z hitung sebesar 0,075 lebih kecil dari α (0,05), sehingga Ha dapat terima, Artinya tinggi bahwa penduduk yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi biasanya lebih banyak mobilitasnya dibandingkan yang berpendidikan rendah. Hal ini secara umum menunjukkan bahwa tingkat partisipasi migrasi meningkat dengan meningkatnya tingkat pendidikan. Pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi pola pikir individu untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik. Meningkatnya pendidikan tersebut secara nyata juga akan meningkatkan pendapatan migran, sehingga dapat menurunkan biaya migrasi. Variabel kepemilikan rumah berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap keputusan tenaga kerja melakukan internal. tingkat kesalahan 5% untuk kepemilikan lahan menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar -6.89 dan probabilitas Z hitung sebesar 0,000 lebih kecil dari α (0,05), sehingga Ha dapat terima. Artinya tenaga kerja yang tidak memiliki rumah di tempat asal tertarik untuk melakukan perpindahan untuk mendapatkan pekerjaan dan tidak menetap karena tidak mempunyai rumah sendiri dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki rumah sendiri atupun ngontrak,sewa dan lain-lain cenderung tidak tertarik untuk melakukan migrasi. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja yang melakukan migrasi tersebut merasa tidak memiliki sumber pendapatan di daerah asal mereka karena mereka tidak memiliki lahan pertanian, sehingga mereka memutuskan untuk melakukan migrasi komutasi ke daerah tujuan guna mendapatkan sumber pendapatan di luar sektor pertanian. Variabel status pernikahan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan tenaga kerja melakukan migrasi internal, tingkat kesalahan 5% untuk status perkawinan menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar -1.57 dan probabilitas Z hitung sebesar 0.116 lebih besar dari α (0,05), sehingga Ho dapat terima Artinya tinggi rendahnya status menikah maupun lainnya tidak mempengaruhi seseorang untuk melakukan migrasi internal di provinsi jawa timur. Variabel pendapatan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keputusan tenaga kerja melakukan migrasi internal di provinsi jawa timur. kesalahan 5% untuk pendapatan menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar 1.78 dan probabilitas Z hitung sebesar 0.069 lebih kecil dari α (0,05), sehingga Ha dapat terima. Artinya semakin tinggi pendapatan di daerah tujuan maka semakin tinggi minat tenaga kerja untuk melakukan migrasi internal di provinsi jawa timur. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja yang melakukan migrasi tersebut dapat memenuhi biaya kebutuhan hidup keluarganya dan meningkatkan kesejahteraannya dari pendapatan yang lebih besar di daerah tujuan tersebut.Variabel jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan tenaga kerja melakukan migrasi internal. tingkat kesalahan 5% untuk jenis kelamin menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar -0.33 dan probabilitas Z hitung sebesar 0.738 lebih besar dari α (0,05), sehingga Ho dapat terima Artinya tenaga kerja laki-laki maupun perempuan memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan migrasi internal atau tidak, hal ini dikarenakan bagi mereka yang melakukan migrasi internal daya tempuh daerah tujuan relatif dekat dengan daerah asal tenaga kerja.Variabel umur berpengaruh signifikan negatif terhadap keputusantenaga kerja melakukan migrasi internal. tingkat kesalahan 5% untuk umur menunjukkan bahwa Z hitung adalah sebesar -5.88 dan probabilitas Z hitung sebesar 0,000 lebih kecil dari α (0,05), sehingga Ha dapat terima Artinya semakin tua umur tenaga kerja maka semakin berkurang pula minat mereka untuk melakukan migrasi internal. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja yang melakukan migrasi tersebut merasa pengorbanan yang mereka lakukan, khususnya pengorbanan psikis/ fisik untuk bermigrasi ke daerah tujuan lebih kecil dari pada pendapatan yang mereka dapatkan di daerah tujuan tersebut. Dengan kata lain, para orang tua yang fisiknya sudah menurun akan lebih memilih tinggal di daerah asal dari pada harus bermigrasi ke daerah tujuan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries140810101014;
dc.subjectMigrasien_US
dc.subjectMigranen_US
dc.subjectNon Migranen_US
dc.subjectJawa Timur Dan Logistic Regression Modelen_US
dc.titleDeterminan Keputusan Bermigrasi Internal Penduduk Di Provinsi Jawa Timur (Analisis Data Ifls 2015en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record