Penerapan Teknik Jigsaw untuk Meningkatkan Minat Belajar IPAS pada Siswa Kelas V SDN Dabasah 3 Bondowoso

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Guru adalah agen modernisasi yang berperan penting dalam mencapai tujuan pendidikan melalui penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang optimal. Proses belajar mengajar adalah interaksi timbal balik antara guru dan siswa dalam situasi edukatif. Oleh karena itu, guru harus mampu mengantisipasi perkembangan zaman dengan menerapkan strategi pengajaran yang menarik dan dapat meningkatkan kreativitas siswa. Di Kelas V SDN Dabasah 3 Bondowoso, ditemukan adanya rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, ditandai dengan siswa yang tidak senang, kurang tertarik, kurang perhatian, dan pasif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan guru menggunakan strategi belajar yang cepat dan praktis (paradigma lama/ceramah), padahal siswa sudah bosan dan kurikulum sudah berkembang menuju Kurikulum Merdeka. Kondisi ini mengakibatkan nilai sumatif siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKTP) hanya sebesar 45%, dan tingkat minat belajar siswa secara umum berada pada kategori kurang (skor 68,74%). Mengatasi masalah ini, peneliti berencana melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPAS. Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian berfokus pada Mendeskripsikan penerapan teknik Jigsaw dalam mata pelajaran IPAS dan mendeskripsikan peningkatan minat belajar siswa setelah penerapan teknik Jigsaw. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sebuah metode terstruktur dan sistematis yang bertujuan memecahkan masalah praktis dalam hal ini, rendahnya minat belajar siswa Kelas V SDN Dabasah 3 Bondowoso dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini dirancang dalam beberapa siklus (Siklus 1 dan Siklus 2), dengan setiap siklus meliputi empat tahapan esensial: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Data penelitian diperoleh melalui berbagai instrumen valid, termasuk observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket minat belajar. Indikator keberhasilan ditetapkan ketika minat belajar siswa mencapai kriteria "Baik" (skor rata-rata di atas 80%).Fokus tindakan adalah penerapan Teknik Jigsaw, sebuah model pembelajaran kooperatif, pada materi IPAS Topik A: "Seperti Apakah Budaya Daerahku

Description

Reuploud Repository 19 Mei-agus Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By