Show simple item record

dc.contributor.advisorGusfan Halik
dc.contributor.advisorJanuar Fery Irawan
dc.contributor.authorMARGOTILA, Mufty
dc.date.accessioned2019-06-12T08:47:47Z
dc.date.available2019-06-12T08:47:47Z
dc.date.issued2019-06-12
dc.identifier.nim121910301133
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/91236
dc.description.abstractPantai Watu Dodol merupakan kawasan wisata yang ada Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini terletak di ujung utara Kabupaten Banyuwangi dan berbatasan langsung dengan perairan Selat Bali. Pada Juli 2015 di suatu ruas garis pantai Watu Dodol mengalami erosi yaitu amblasnya plengsengan akibat garis pantai yang terus terkikis oleh ombak laut. Daerah pantai adalah daerah yang rawan akan erosi dan akresi. Demikian juga pantai Watu Dodol mengalami abrasi dan akresi yang menyebabkan perubahan garis pantai di sepanjang pantai. Perubahan garis pantai ini diakibatkan oleh gelombang laut yang terus menerus menggerus garis pantai dan membawa sedimen pantai. Penelitian dilakukan pada garis pantai Watu Dodol untuk mengetahui perubahan garis pantai dan memprediksi sedimentasi serta memodelkan perubahan garis pantai Watu Dodol. Dalam penelitian ini juga akan dikaji dan dimodelkan perubahan garis pantai dalam rentang waktu 10 tahun mendatang. Kalibrasi juga penting dilakukan untuk mendapatkan hasil simulasi perubahan garis pantai yang mendekati akurat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, analisis, dan metode simulasi. Metode observasi dilakukan dengan survai lapangan untuk memperoleh data primer yaitu sampel sedimen. Data sekunder yaitu data angin, batimetri, dan pasang surut diperoleh dari instansi terkait. Data garis pantai didapat dari hasil overlay citra satelit. Data - data tersebut kemudian diolah dan dianalisis. Hasil pengolahan data tersebut dimasukkan ke dalam suatu model simulasi garis pantai menggunakan CEDAS NEMOS untuk mengetahui pola perubahan garis pantai dari waktu ke waktu. Hasil pemodelan garis pantai Watu Dodol menggunakan CEDAS-NEMOS menunjukkan perubahan garis pantai menunjukkan bahwa pantai Watu Dodol lebih dominan mengalami abrasi dengan kalibrasi model k1 0,5 dan k2 0,25. Kalibrasi dilakukan berdasarkan hasil pengolahan citra satelit menggunakan metode statistik end point rate. Prediksi garis pantai Watu Dodol dilakukan mulai tanggal 01 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2025 dengan program CEDAS-NEMOS sub program GENESIS, hasil simulasi menunjukkan bahwa pantai lebih dominan mengalami abrasi. Rata-rata transpor sedimen kotor (Qg) pertahun 122276,1 m³ dan 95250 m³ untuk transpor sedimen bersih (Qn).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectGaris Pantaien_US
dc.subjectModel Numerik CEDAS-NEMOSen_US
dc.subjectPantai Watu Dodolen_US
dc.titlePemodelan Perubahan Garis Pantai Watu Dodol Kabupaten Banyuwangi Menggunakan Model Numerik CEDAS-NEMOSen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record