Show simple item record

dc.contributor.advisorPRASETYA, Rendra Chriestedy
dc.contributor.advisorRATNA, I Dewa Ayu
dc.contributor.authorPUTRA, Rudy Ramadhana
dc.date.accessioned2018-11-12T01:27:17Z
dc.date.available2018-11-12T01:27:17Z
dc.date.issued2018-11-12
dc.identifier.nimNIM141610101088
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/87853
dc.description.abstractHiperlipidemia adalah salah satu penyebab terjadinya inflamasi sistemik. Hiperlipidemia merupakan peningkatan kolesterol diatas normal dalam darah, terutama mencerminkan peningkatan kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL). Kenaikan jumlah LDL yang diatas normal dapat memicu terjadinya proses inflamasi pada arteri dan terjadi disfungsi endotel. LDL yang berlebihan akan teroksidasi oleh Reactive Oxygen Species (ROS) yang merupakan pencetus reaksi inflamasi. LDL yang teroksidasi (LDL-ox) akan difagositosis oleh makrofag melalui LDL scavenger receptor sehingga menyebabkan makrofag penuh dengan lemak. Hal tersebut disebut dengan sel busa atau foam cell. Foam cell ini dapat meningkatkan produsi sitokin proinflamasi salah satunya TNF-α yang menstimulasi perubahan protein plasma dalam hati untuk memproduksi kadar fibrinogen. Upaya pencegahan dan pengobatan dapat menggunakan antiinflamsi dan antioksidan. Salah satu obat yang mengandung antiinflamasi dan antioksidan dan memiliki efek samping yang minimal adalah berasal dari tanaman herbal. Pemberian kopi yang merupakan tanaman herbal mempunyai kandungan antiinflamasi dan antioksidan diduga efektif menurunkan kadar fibrinogen. Penelitian eksperimental laboratoris pada tikus wistar ini menggunakan rancangan the post test only control group design. Sampel berjumlah 12 ekor, berat 180-200 gram dan keadaan sehat. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok 1 merupakan kelompok kontrol yang diinduksi diet standar, kelompok 2 merupakan kelompok hiperlipid yang diinduksi diet tinggi lemak menggunakan kuning telur yang dicampur dengan minyak babi sebanyak 5 ml/hari, kelompok 3 merupakan kelompok kopi yang diinduksi diet tinggi lemak+kopi, kopi yang diberikan sebanyak 3,6 ml/hari. Perlakuan dilakukan selama 56 hari untuk mendapatkan tikus dalam keadaan hiperlipid. perlakuan dilanjutkan sampai tikus dieutanasia untuk diambil darah intrakardial dengan metode over inhalasi eter. Pemeriksaan dan perhitungan kadar fibrinogen dilakukan dengan metode Heat Precipitation. Darah intrakardial yang diambil ditampung dalam 2 vacuum tube. Darah dalam vacuum tube pertama dilakukan sentrifuge selama 200 detik dengan kecepatan 5000 rpm suhu ruang dan dibaca konsentrasi plasma menggunakan refraktometer. Darah dalam vacuum tube kedua dicampur dengan heparin atau EDTA dan diinkubasi dalam waterbath selama 3 menit di sentrifuge selama 200 detik dengan kecepatan 5000 rpm dan dibaca konsentrasi proteinplasma menggunakan refraktometer. Konsentrasi atau kadar fibrinogen akan dihitung berdasarkan perbedaan konsetrasi pada vacuum tube pertama dan vacuum tube kedua dalam g/dl. Hasil dikalikan dengan 1000 untuk mendapatkan konsentrasi fibrinogen dalam mg/dl. Data yang didapatkan peneliti selanjutnya dianalisis secara statistik. Data dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji Shapiro- Wilk untuk mengetahui data yang terdistribusi secara normal, lalu uji homogenitas menggunakan Levene Test. , kemudian data diuji parametrik dengan One Way ANOVA selanjutnya dapat dilanjutkan uji beda LSD Hasil uji normalitas dan homogenitas diperoleh hasil uji data terdistribusi normal dan homogen dan pada uji ANOVA didapatkan hasil p<0,05, selanjutnya uji beda LSD didapatkan perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok perlakuan dengan nilai p>0,05, hal ini mungkin disebabkan oleh senyawa bioaktif kopi. Penjelasan ini dapat dikemukakan antara lain, kopi mengandung senyawa aktif polifenol dan alkaloid yang merupakan antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan bioaktif kopi ini dapat menghambat ekspresi dari mediator inflamasi khususnya IL-6 yang berperan dalam sintesis fibrinogen di hepar, maka kadar fibrinogen darah juga menurun. Senyawa polifenol dapat menurunkan pembentukan LDL-ox dengan cara mengikat elemen yang tersisa dari produksi radikal bebas. Dengan berkurangnya kadar LDL-ox dan meningkatnya senyawa antiinflamasi maka dapat mengurangi respon inflamasi yang terjadi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kopi robusta dapat menurunkan kadar fibrinogen. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai konsumsi dengan berbagai dosis dan durasi pemberian seduhan kopi.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries141610101088;
dc.subjectKopi Robustaen_US
dc.subjectFibrinogen Darahen_US
dc.subjectikus Wistaren_US
dc.subjectRattus Norvegicusen_US
dc.titleEfek Pemberian Seduhan Bubuk Kopi Robusta Terhadap Kadar Fibrinogen Darah Pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diberi Pakan Tinggi Lemaken_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record