Show simple item record

dc.contributor.advisorDAFIK
dc.contributor.advisorFATAHILLAH, Arif
dc.contributor.authorMIYASARI, Harvian Candra
dc.date.accessioned2018-07-27T08:42:10Z
dc.date.available2018-07-27T08:42:10Z
dc.date.issued2018-07-27
dc.identifier.nimNIM140210101022
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/86622
dc.description.abstractPendidikan menurut Undang-Undang republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar peserta didik agar mampu mengembangkan potensinya untuk memiliki kepribadian, kecerdasan, keterampilan yang diperlukan. Pendidikan terdiri dari berbagai macam ilmu, seperti matematika. Matematika merupakan ilmu untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis serta kritis menurut Hobri (2009:115). Dalam matematika juga dapat dimunculkan kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif setiap individu berbeda-beda. Lingkungan juga merupakan faktor menunjang maupun menghambat kemampuan kreatif individu. Kreativitas individu dapat dilihat dari bagaimana cara mengerjakan permasalahan. Maka permasalahan yang dipilih yaitu masalah terbuka (open dended) yang diharapkan siswa dapat berpikir kreatif dengan menemukan berbagai alternatif jawaban. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kemampuan berpikir kreatif pada pokok bahasan pola bilangan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mencakup tes kemampuan berpikir kreatif, pedoman wawancara serta Lembar Kerja Siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan berpikr kreatif dan pedoman wawancara. Sedangkan LKS digunakan sebagai LKS terbimbing sebelum peneliti memberikan tes kemampuan berpikir kreatif. Data yang dianalisis adalah data dari hasil tes kemampuan berpikir kreatif dan hasil dari wawancara. Kegiatan pada penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Jember kelas VIII-H dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari data yang diperoleh dalam penelitian, maka dapat diketahui bahwa hanya beberapa siswa yang mampu dikatakan sangat kreatif karena siswa mampu memenuhi ketiga dari aspek kemampuan berpikir kreatif, yaitu kelancaran, fleksibilitas, serta kebaruan. Siswa yang mampu memenuhi ketiga aspek tersebut ketika dianalisis, siswa cenderung tidak menuliskan informasi yang diperoleh dari permasalahan yang diberikan di kotak diketahui dan ditanya, namun siswa sebenarnya mengerti informasi apa yang diperoleh, sehingga siswa langsung mengerjakan perintah yang ada dalam permasalahan yang diberikan. Sedangkan ketika diwawancara, siswa mampu mengemukakan informasi yang dia ketahui. Pada lembar jawaban siswa, dia mampu mengerjakan sesuai dengan petunjuk soal, yaitu siswa mampu membuat susunan warna beserta rumusnya, dan membuat susunan serta pola yang dia mengerti. Pada penelitian ini, untuk siswa yang memenuhi aspek kelancaran dan fleksibilitas, siswa juga tidak menuliskan informasi yang diperoleh dari permasalahan, namun saat wawancara siswa mampu mengemukakan informasi yang sudah diperoleh pada permasalahan. Siswa hanya memenuhi aspek kelancaran dan fleksibilitas, karena siswa hanya mampu untuk mengerjakan atau membuat susunan warna beserta rumusnya, serta membuat pola lain dari pola yang sudah dibuat sebelumnya. Namun siswa tidak mampu memenuhi indikator dari aspek yang lain yaitu siswa tidak menunjukkan pola yang berbeda dari siswa lain.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries140210101022;
dc.subjectPendidikanen_US
dc.subjectUndang-Undang republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003en_US
dc.subjectMacam ilmu matematikaen_US
dc.subjectMenumbuh kembangkan cara berpikir logis serta kritis Hobri (2009:115).en_US
dc.titleAnalisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Smp Pada Pokok Bahasan Pola Bilanganen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record