Show simple item record

dc.contributor.advisorSukidin
dc.contributor.advisorSri Kantun
dc.contributor.authorTRIYANINGSIH, LULUS
dc.date.accessioned2018-03-09T02:19:27Z
dc.date.available2018-03-09T02:19:27Z
dc.date.issued2018-03-09
dc.date.submitted
dc.identifier.nim150220303009
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/84544
dc.description.abstractAdanya sertifikasi guru memberikan peningkatan penghasilan guru sehingga pengeluaran konsumsi keluarga guru meningkat. Tambahan penghasilan guru sertifikasi akan meningkatkan konsumsi keluarga. Hal ini dikarenakan semakin tingginya pendapatan guru dari gaji pokok dan tunjangan dari sertifikasi. Oleh karena itu, peningkatan penghasilan guru berdampak pada pengeluaran konsumsi yang semakin meningkat. Pola konsumsi dapat dipengaruhi karena faktor ekonomi ataupun faktor non ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan, kebutuhan dan pola konsumsi guru SMA Negeri 1 Cluring Kabupaten Banyuwangi dengan menganalisis kebutuhan dan pendapatan guru di SMA Negeri 1 Cluring. Teori yang digunakan peneliti adalah teori Abrahan Maslow tentang teori kebutuhan.. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposife area, yaitu bertempat di SMA Negeri 1 Cluring. Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling. Penggunaan sumber data utama Guru PNS dan Non PNS, sumber data pendukung hasil dari dokumen sekolah dan dokumen bendahara sekolah untuk mendukung data penelitian. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Tehnik pengolahan data yaitu reduksi data, display data, menafsirkan data, menyimpulkan dan memverifikasi, keabsahan hasil, narasi hasil analisis, dan menyusun kesimpulan dan saran. Pola konsumsi rumah tangga guru SMA Negeri 1 Cluring bervariasi. Pola konsumsi guru tidak hanya dipengaruhi oleh factor pendapatan saja, namun juga dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga, gaya hidup ataupun semakin banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi Semakin tinggi pendapatan guru, kebutuhan yang harus dipenuhi guru semakin banyak dan gaya hidup guru juga ikut mempengaruhi pola konsumsi guru. Gaya hidup yang berlebihan dapat dilihat dari gaya berpenampilan, gaya mengkonsumsi makanan dan alat transportasi yang digunakan. Namun, ada juga guru yang memiliki pendapatan tinggi, tetapi pola konsumsinya sederhana. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup guru yang sederhana. Sementara itu, untuk guru yang memiliki pendapatan rendah memiliki pola konsumsi yang berbeda. Hal ini karena faktor pendapatan yang rendah dan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh guru. Ketidakseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran mendorong guru untuk mencari pendapatan lain di luar gaji pokok seperti berbisnis ataupun mengelola lahan pertanian.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectSertifikasi guruen_US
dc.subjectPola Konsumsi Rumah Tanggaen_US
dc.titlePOLA KONSUMSI RUMAH TANGGA GURU SMA NEGERI 1 CLURING KABUPATEN BANYUWANGIen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record