Show simple item record

dc.contributor.authorRiezky Dwi Eriawan
dc.date.accessioned2013-12-12T04:06:05Z
dc.date.available2013-12-12T04:06:05Z
dc.date.issued2013-12-12
dc.identifier.nimNIM082310101011
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8453
dc.description.abstractTingkat pengetahuan perawat yang kurang dapat menyebabkan komplikasi dan keluhan yang membahayakan bagi pasien sehingga dapat menyebabkan kematian. Pengetahuan yang kurang akan memberikan dampak yang negatif terhadap pasien maupun terhadap perawat, hal ini dapat menyebabkan pelayanan yang diterima kurang bermutu, memperberat kondisi sakit pasien karena pelayanan yang diperoleh tidak sesuai dengan kebutuhan pasien. Penatalaksanaan pasca-operasi dan pemulihan dari anestesi sangat memerlukan pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang professional. Tingkat pengetahuan perawat dan keterampilan dalam perawatan pasien pasca-operasi sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi yang memperlama perawatan di rumah sakit atau membahayakan diri pasien. Peran perawat pasca-operasi berperan dalam pencegahan komplikasi pascaoperasi terdiri dari pengkajian pasca-operasi dan perawatan pasien pasca-operasi. Perawatan pasien pasca-operasi yaitu memonitor keadaan pasien pasca dilakukannya anestesi, misalnya keadaan pernapasan, kardiovaskuler, keseimbangan cairan, sistem persarafan, perkemihan, dan gastrointestinal. Tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat pasca operasi terdiri dari pengelolaan jalan napas, monitor sirkulasi, monitoring cairan dan elektrolit, monitoring suhu tubuh, menilai dengan aldrete score,pengelolan keamanandan kenyamanan pasien, serah terima dengan petugas ruang operasi dan serah terima dengan petugas ruang perawatan (bangsal). Hasil studi pendahuluan tanggal 04-05 Desember 2012 peneliti memperoleh data jumlah perawat di ruang pemulihan ada 20 perawat pelaksana, dengan pendidikan terahir S1 keperawatan ada 2 orang dan D3 keperawatan ada 18 orang. Satu tahun terahir pada tahun 2011 di IBS RSD dr. Soebandi Jember melakukan yang pembedahan baik regional aenesthesia dan general aenesthesia sebanyak 2824 pasien. Jumlah pasien pasca-operasi dengan general aenesthesia 3 bulan terakhir (September - November 2012) sebanyak 423 pasien, sedangkan pasien pasca-operasi dengan regional aenesthesia sebanyak 213 pasien. Rata-rata pasien pasca-operasi dengan general aenesthesia per hari sebanyak 10 pasien. Selama tahun 2011 tidak ada pasien meninggal akibat komplikasi pasca-operasi (sumber diolah dari rekam medik IBS RSD dr. Soebandi, 2012). Salah satu komplikasi yang ditemukan pada saat studi pendahuluan ada 1 pasien yang menggigil. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan keperawatan pada pasien pasca-operasi dengan general aenesthesia di ruang pemulihan IBS RSD dr. Soebandi Jember.Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional.Teknik sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan responden 20 perawat yang dinas di ruang pemulihan.Uji validitas dan reliabilitas menggunakan Pearson Product Moment danuji Alpha Cronbach. Alat pengumpul data pada penelitian ini terdiri dari lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian terhadap tingkat pengetahuan perawat didapatkan dari 20 responden yang telah diteliti diketahui bahwa pengetahuan dengan kategori baik adalah 18 responden (90%), tingkat pengetahuan dengan kategori cukup adalah 2 responden (10%) dan tidak ada perawat yang mempunyai tingkat pengetahuan dengan kategori kurang. Sedangkan tindakan keperawatan diperoleh hasil dari 20 perawat yang di observasi diketahui bahwa tindakan keperawatan dengan kategori baik adalah 18 responden (90%), tindakan keperawatan dengan kategori cukup adalah 2 responden (10%) dan tidak ada perawat yang melakukan tindakan keperawatan dengan kategori kurang.Data dianalisis dengan menggunakan chi square test. Hasil menunjukkan nilai p adalah 0,005 (p < 0,05 ),sehingga dapat disimpulkan adahubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan perawat dengan tindakan keperawatan pada pasien pasca operasi dengan general aenesthesia di ruang pemulihan IBS RSD dr. Soebandi Jember. Saran dari penelitian ini agar perawat di ruang pemulihan setiap minggu melakukan pertemuan untuk membahas masalah yang sering dialami pasien pasca operasi, sehingga pelayanan yang diterima memuaskan bagi pasiendan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pasien pasca operasi. Kepala ruang diharapkan memberikan dukungan bagi perawat pemulihan agar perawat dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menangani pasien pasca operasi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries082310101011;
dc.subjectPERAWAT, KEPERAWATAN, PASIEN PASCA OPERASI, GENERAL AENESTHESIAen_US
dc.titleHUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PASCA OPERASI DENGAN “GENERAL AENESTHESIA” DI RUANG PEMULIHAN IBS RSD dr. SOEBANDI JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record