Show simple item record

dc.contributor.authorChristanto Pudjirahardjo
dc.contributor.authorAgung Tri Wahyuningsih
dc.contributor.authorSuharto
dc.date.accessioned2013-12-12T02:16:01Z
dc.date.available2013-12-12T02:16:01Z
dc.date.issued2013-12-12
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8328
dc.descriptionInfo lebih lanjut hub: Lembaga Penelitian Universitas Jember Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818en_US
dc.description.abstractPenelitian ini membahas tentang kondisi ekses negatif dari salah satu program acara televisi, yakni infotainment Acara infotainment yang semestinya menjadi tontonan orang dewasa, sekarang juga menjadi konsumsi anak-anak. Akibatnya batas sosiologis antara anak anak dengan dunia orang dewasa menjadi kabur. Tidak ada rahasia lagi bagi anak-anak tentang dunia oraog dewasa. Selama ini, secara budaya, dunia anak-anak dan oraag dewasa dibatasi dengan larangan, pantangan dan tabu. Namun dengan semakin mudahnya akses televisi, maka dunia anak tidak lagi mengenal hal tersebut. Berawal dari sinilah munculnya krisis, kontradiksi moral, dan majinalitas budaya Terutama masryarakat pedesaan yang kehidupannya masih cukup tradisional Mereka akan mudah terpengaruh terutama bagi anak-anak. Tayangan infotainment menjadi inspirasi bagi mereka untuk meniru dan melakukan "kejahatan". Penelitian ini akan memberikan konstibusi positif, yakni: (1) memperkaya khasanah kajian tentang wacana sosial budaya secara spesifik dari keberadaan program siaran infotainment televisi swasta di Indonesiq 2) menjadi referensi bagi televisi yang menayangkan infotainment dalam menjalankan fungsinya sebagai agen informasi (urnalisme televisi); (3) melahirkan wahana sudahkah tetevisi swasta memberikan contoh pendidikan (etika budaya) untuk bersikap dan menghargai kemanusiaan dalam fungsi realitasnya; dan (4) menumbuhkan kesadaran kolektif televisi swasta sebagai media massa yang berperspektif *anti kekerasan". Berdasarkan hasil pengolahan data disimpulkan bahwa menonton tayangan infotainment (terutama anak-anak di Kabupaten Jember) yang saat ini ditayangkan pada pagi, siang, dan petang hari, dikhawatirkan justru akan menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk meniru dan melakukan "kejahatan". Tayangan ini akan mempengaruhi perkembangan psikologis anak Selain itu" tayangan tentang berita kejahatan dapat menimbulkan kondisi ekses negatif terhadap pemirsa maupun keluarga tersangka" Cemas, takut, dan khawatir adalah ekses negatif secara umum akiba tayangan infotainment Oleh karena itu para penonton infotainment televisi di Kabupaten Jember senantiasa akan termarjinalkan, baik secara sosial, cultural maupun ekonomi.en_US
dc.description.sponsorshipPENELITIAN DIPA_2006en_US
dc.publisherFAKULTAS SASTRA '06en_US
dc.subjectEKSESen_US
dc.subjectTELEVISIen_US
dc.subjectINTOTAINMENTen_US
dc.titleKONDISI EKSES TELEVISI INFOTAINMENT (Kasus Jember)en_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record