Show simple item record

dc.contributor.advisorShodikin, M. Ali
dc.contributor.advisorPrasetyo, Rony
dc.contributor.authorNabilah, Hana
dc.date.accessioned2017-07-10T02:13:29Z
dc.date.available2017-07-10T02:13:29Z
dc.date.issued2017-07-10
dc.identifier.nimNIM132010101095
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/80296
dc.description.abstractSindrom Syok Dengue (SSD) adalah sindrom syok yang terjadi pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD sendiri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot, dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Berat badan yang berlebih dicurigai menjadi faktor resiko terhadap kejadian SSD pada anak. Hal ini berhubungan dengan pelepasan sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan beberapa interleukin (IL) yaitu IL-1β, IL-6, dan IL-8. Pada obesitas terjadi peningkatan ekspresi TNF-α dan IL-6 dikarenakan besarnya jumlah sel adiposa. Adiposit mengeluarkan zat yang dinamakan adipositokin yang memiliki efek terhadap obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskuler, sehingga jaringan lemak secara langsung berhubungan kelainan yang diakibatkan obesitas. Salah satu efek TNF-α adalah meningkatkan permeabilitas kapiler sedangkan pada SSD juga terjadi produksi TNF α, IL-1, IL-6 dan IL-8. Beberapa penelitian telah dilakukan namun didapatkan hasil yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan berlebih dengan kejadian Sindrom Syok Dengue. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan retrospektif case control. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rekam medis rawat inap RSD Dr. Soebandi Jember dengan mengambil sampel bulan Oktober 2013-2016. Sampel penelitian berjumlah 191 orang dengan kriteria inklusi sampel adalah anak yang mengalami DBD termasuk SSD dan berusia dibawah 18 tahun dan kriteria eksklusi sampel adalah adalah pasien anak yang mengalami dengue fever, DBD termasuk SSD yang memiliki catatan medik yang tidak lengkap, serta menderita penyakit berat lain. Pengukuran status gizi menggunakan kurva BB/U berdasarkan WHO dan NCHS. ix ix Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel. Data diolah menggunakan uji chi-Square dengan nilai signifikansi p<0,05. Software yang digunakan dalam pengolahan data adalah IBM SPSS Statistics versi 21. Pada penelitian ini didapatkan jumlah terbanyak pasien SSD terdapat pada kelompok usia 6-10 tahun yakni sebanyak 74 pasien. Jumlah pasien SSD perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Hasil dari uji Chi-Square pada penelitian ini didapatkan nilai p-value= 0,649. Nilai p-value (0,649) > 0,05 yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan berlebih dengan kejadian SSD pada anak di RSD dr. Soebandi Jember. Derajat penyakit DBD tidak dipengaruhi oleh berat badan secara langsung karena terdapat faktor-faktor resiko lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries132010101095;
dc.subjectBerat Badan Berlebihen_US
dc.subjectSindrom Syok Dengueen_US
dc.titleHubungan antara Berat Badan Berlebih dengan Terjadinya Sindrom Syok Dengue pada Anak di RSD dr. Soebandi Jemberen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record