Show simple item record

dc.contributor.advisorWIDYJAYANTHI, Lenny
dc.contributor.advisorSOEJONO, Djoko
dc.contributor.authorPAULINO, Oscar Maliela
dc.date.accessioned2017-01-18T00:46:59Z
dc.date.available2017-01-18T00:46:59Z
dc.date.issued2017-01-18
dc.identifier.nimNIM131520201008
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/78759
dc.description.abstractJagung merupakan makanan pokok selain beras yang digunakan dan dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Bazartete. MAP Timor-Leste telah berupaya untuk meningkatkan produksi jagung melalui introduksi varietas baru yaitu varietas Sele dan Noi Mutin pada tahun 2007 dan 2011 sebagai varietas unggul untuk di adopsi oleh petani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui; tingkat pengetahuan, partisipasi dan adopsi petani serta hubungan faktor-faktor sosial ekonomi petani (umur, jumlah anggota keluarga, pendidikan formal, pengalaman usahatani, luas lahan dan produksi) dan Sifat-sifat inovasi (keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas dan observabilitas), saluran komunikasi, kegiatan promosi dan jenis keputusan dengan adopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tingkat pengetahuan petani umumnya pada kategori sedang 57,40 % sampai sebagian besar tinggi 42,60 %, karena petani hanya tahu adanya benih untuk dibudidayakan sedangkan program kurang dipahami karena tidak ada informasi dari PPL dan staf teknik terkait, pada aspek evaluasi pada perbaikan tanaman pangan, produksi benih formal dan distribusi, managemen pembenihan, namun pada produksi benih informal dan distribusi kategori tinggi karena petani menjadi anggota GKHF/CSPGs. Tingkat partisipasi petani umumnya pada kategori sedang 62,96 % karena dalam perencanaan anggota kelompok tani tidak dilibatkan, sementara itu terdapat 20,37 % berada pada kategori tinggi hal ini dikarenakan sebagian besar anggota kelompok tani dalam program SoL melakukan budidaya tanaman jagung pada aspek pelaksanaan dan evaluasi. Tingkat adopsi petani umumnya pada kategori sedang 85,19 %, Sedangkan 14,81 % petani berada pada kategori rendah. Hubungan umur, pengalaman, saluran komunikasi dan jenis keputusan dengan adopsi inovasi memiliki korelasi yang positif.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries131520201008;
dc.subjectPENGETAHUANen_US
dc.subjectADOPSIen_US
dc.subjectINOVASIen_US
dc.titleTINGKAT ADOPSI DAN PARTISIPASI PETANI DALAM PROGRAM SEEDS of LIFE PADA USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN LIQUISAen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record