Show simple item record

dc.contributor.advisorMULYADI, Santoso
dc.contributor.advisorSYUHRI, Ahmad
dc.contributor.authorSUGIANTO, Hendry Wicaksana
dc.date.accessioned2016-11-18T08:26:29Z
dc.date.available2016-11-18T08:26:29Z
dc.date.issued2016-11-18
dc.identifier.nimNIM111910101040
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/78097
dc.description.abstractAluminium 6061 adalah salah satu jenis material aluminium yang banyak digunakan dalam dunia industri. Namun dalam perkembangannya penyambungan aluminium ini masih memiliki banyak permasalahan. Aluminium tidak bisa di las menggunakan pengelasan fusi biasa. Metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah friction welding. Pada friction welding proses penyambungan logam terjadi tanpa pencairan (solid state process), yang mana proses pengelasan terjadi sebagai akibat pengabungan antara laju putaran salah satu benda kerja dengan gaya tekan yang dilakukan oleh benda kerja yang berputar. Metode friction welding ini mempunyai beberapa parameter penting yang dapat mempengaruhi sifat mekanik dan struktur mikro hasil lasan. Parameternya antara lain : waktu gesek, kecepatan putar, tekanan gesek, tekanan tempa dan sudut chamfer. Namun pada penelitian sebelumnya para peneliti hanya berfokus pada satu variasi parameter saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemvariasian dari parameter waktu dan parameter sudut chamfer terhadap sifat mekanik dari aluminium 6061. Proses penelitian ini dilakukan di beberapa tempat yang berbeda. Proses penyambungan dilakukan di Laboratorium Permesinan Teknik Mesin Universitas Jember. Untuk pengujian tarik dilakukan di Laboratorium Struktur Teknik Sipil Universitas Brawijawa. Pengamatan struktur mikro hasil sambungan dilakukan di Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Mesin Universitas Brawijaya. Pengujian kekerasan dilakukan di Laboratorium Uji Bahan Teknik Mesin Universitas Jember. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi parameter 30o/120 detik memberikan hasil rata-rata yang paling baik. Sementara variasi parameter 60o/60 detik memerikan hasil rata-rata paling rendah. Pengujian tarik untuk variasi parameter 30o/120 detik menghasilkan rata-rata kekuatan tarik maksimal sebesar 15.86 N/mm2, untuk variasi parameter 60o/60 detik menghasilkan rata-rata kekutan tarik maksimal sebesar 5.16 N/mm2. Sedangkan pengujian kekerasan pada daerah Zud, Zpd, dan Zpl untuk variasi parameter 30o/120 detik menghasilkan nilai rata-rata kekerasan 92, 99, 91 BHN. Untuk variasi parameter 60o/60 detik menghasilkan rata-rata kekerasan 79, 80, 74 BHN. Pada pengamatan mikro diketahui bahwa senyawa Mg2Si lebih banyak tersebar pada darah Zpd. Untuk varisai parameter 0o/60 detik terdapat porosity, sementara untuk variasi parameter 60o/60 detik terdapat cacat las crack.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries111910101040;
dc.subjectLasan Aluminium 6061en_US
dc.subjectFriction Weldingen_US
dc.titlePENGARUH WAKTU GESEK DAN SUDUT CHAMFER TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL LASAN ALUMINIUM 6061 PADA PROSES FRICTION WELDINGen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record