Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwatiningsih
dc.contributor.advisorHariyadi, Slamet
dc.contributor.authorKurniawati, Nenny Dwi
dc.date.accessioned2016-11-14T10:56:33Z
dc.date.available2016-11-14T10:56:33Z
dc.date.issued2016-11-14
dc.identifier.nim991810401012
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/77713
dc.description.abstractNyamuk Aedes Aegypti merupakan nyamuk yang biasanya menggigit pada siang hari, terutama di tempat yang gelap dan lembab, yang berkembangbiak dalam air yang bersih (Selamihardja, 1998). Aedest Agypti merupakan vektor utama untuk virus yang dapat menyebabkan demam dengue dan demam kuning (Womack, 1993). Di Indonesia demam berdarah dengue (DBD) pertama kali dicurigai di Surabaya, kemudian DBD berturut-turut dilaporkan di Bandung dan Yogyakarta. Epidemi pertama di luar Jawa dilaporkan di Sumatera Barat dan Lampung, disusul oleh Riau, Sumatera Utara dan Bali. Sekarang DBD telah menyebar ke seluruh propinsi di Indonesia dan saat ini sudah endemis di banyak kota besar, bahkan penyakit ini telah terjangkit di daerah pedesaan (Rezeki et al., 1999).en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEkstrak Daun Widurien_US
dc.subjectCalotropis Gigantea Len_US
dc.subjectMortalitasen_US
dc.subjectPerkembangan Larvaen_US
dc.subjectAedes Aegypti.en_US
dc.titleToksisitas Ekstrak Kasar Daun Widuri (Calotropis Gigantea L) terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Nyamuk Aedes Aegyptien_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record