Show simple item record

dc.contributor.advisorWaluyo, Joko
dc.contributor.advisorWahyuni, Dwi
dc.contributor.authorPurwinda Anggrella, Dita
dc.date.accessioned2016-02-01T01:38:58Z
dc.date.available2016-02-01T01:38:58Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/73033
dc.description.abstractBiji Alpukat (Persea americana Mill.) dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, yaitu mengurangi rasa sakit dan mengobati sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan daya hambat ekstrak biji alpukat dan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan Staphylococcus aureus. Pengujian daya hambat bakteri dilakukan dengan menggunakan metode sumuran. Penelitian ini menggunakan 10 perlakuan konsentrasi ekstrak biji alpukat yaitu 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, kontrol positif (kloramfenikol) dan kontrol negatif (aquades). Hasil uji profil fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat mengandung tanin, dan flavonoid. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) yang mampu menghambat bakteri E. coli adalah 0,4% dengan zona hambat sebesar 0,05 cm, sedangkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) yang mampu menghambat bakteri S. aureus adalah 0,2% dengan rerata luas zona hambat sebesar 0,08 cm. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat berbeda secara tidak signifikan terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUNEJ Pressen_US
dc.subjectE. colien_US
dc.subjectP. americanaen_US
dc.subjectS. aureusen_US
dc.subjectzona hambaten_US
dc.titlePERBEDAAN DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DENGAN Staphylococcus aureusen_US
dc.typeArticle in Magazineen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record