Show simple item record

dc.contributor.advisorHadi, Alfian Futuhul
dc.contributor.advisorAnggraeni, Dian
dc.contributor.authorSUFRIZA, DADANG
dc.date.accessioned2016-01-28T04:12:25Z
dc.date.available2016-01-28T04:12:25Z
dc.date.issued2016-01-28
dc.identifier.nim081810101033
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/72714
dc.description.abstractKonsumsi dalam istilah sehari hari sering diartikan sebagai pemenuhan akan makanan dan minuman. Konsumsi mempunyai pengertian yang lebih luas lagi yaitu barang dan jasa akhir yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang dan jasa akhir yang dimaksud adalah barang dan jasa yang sudah siap dikonsumsi oleh konsumen. Barang konsumsi ini terdiri dari barang konsumsi sekali habis dan barang konsumsi yang dapat dipergunakan lebih dari satu kali (Nopirin,1997). Badan Pusat Statistik menyatakan pengeluaran rumah tangga dibedakan atas pengeluaran konsumsi makanan dan pengeluaran konsumsi non makanan. Pada penelitian ini menganalisa bagaimana perubahan pola konsumsi rumah tangga masyarakat Indonesia menggunakan uji proporsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terjadi perubahan yang signifikan mengenai pola konsumsi rumah tangga masyarakat Indonesia terhadap pengeluaran rumah tangga bidang makanan dan bukan makanan. Penelitian ini menjelaskan hubungan antar variabel melalui pengujian hipotesis. Secara umum, tahapan yang akan dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada adalah memperoleh data kemudian melakukan analisis data menggunakan uji beberapa proporsi dengan pendekatan chi square. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data skunder yaitu pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga masyarakat Pulau Jawa yang berasal dari susenas (BPS) sejak tahun 2004 hingga tahun 2007. Dari perhitungan menggunakan uji proporsi dengan pendekatan chi square pada konsumsi pangan menunjukkan bahwa nilai p-value perhitungan lebih besar dari nilai α, hal ini memberikan kesimpulan bahwa terima H􀍲. Ini menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan yang terjadi pada konsumsi pangan masyarakat Pulau Jawa selama periode empat tahun yaitu tahun 2004-2007. Dan begitu pun dengan perhitungan menggunakan uji proporsi dengan pendekatan chi square pada konsumsi non pangan menunjukkan bahwa nilai p-value perhitungan lebih besar dari nilai α, hal ini memberikan kesimpulan bahwa terima H􀍲 . Ini menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan yang terjadi pada konsumsi non pangan masyarakat Pulau Jawa selama periode empat tahun yaitu tahun 2004-2007.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectKONSUMSI RUMAH TANGGAen_US
dc.titleANALISA PERUBAHAN POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA MASYARAKAT JAWA MENGGUNAKAN UJI PROPORSI DENGAN PENDEKATAN CHI SQUAREen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record