Show simple item record

dc.contributor.advisorDewanti, IDA Ratna
dc.contributor.advisorProbosari, Niken
dc.contributor.authorNISA, KHOIRUN
dc.date.accessioned2016-01-27T07:32:08Z
dc.date.available2016-01-27T07:32:08Z
dc.date.issued2016-01-27
dc.identifier.nim031610101084
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/72597
dc.description.abstractInfeksi cacing usus merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing usus (Nematoda usus). Beberapa Nematoda usus ditularkan melalui tanah. Pada sebagian besar individu, kebersihan kuku masih kurang diperhatikan. Berbagai telur cacing usus dapat tertimbun di bawah kuku karena tercemar tinja yang mengandung telur cacing pada waktu membersihkan diri setelah defekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar prevalensi cacing usus melalui pemeriksaan kerokan kuku serta mengetahui jenis, jumlah, telur cacing usus melalui pemeriksaan kerokan kuku pada siswa SDN Pondokrejo 4 di Dusun Kombongan Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai prevalensi infeksi cacing usus melalui pemeriksaan kerokan kuku sehingga bisa menjadi acuan untuk tindak lanjut dan penelitian lebih lanjut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 60 siswa SDN Pondokrejo 4 Dusun Kombongan, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember yang diperoleh dengan cara Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara memotong kuku siswa yang telah diinstruksikan untuk tidak memotong kukunya selama 1 minggu. Hasil potongan kuku kemudian diberi formalin 10% untuk mencegah telur rusak atau menetas menjadi larva. Selanjutnya dikerok dan dilakukan pemeriksaan laboratoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 sampel terdapat 15 sampel positif mengandung telur cacing usus, dengan prevalensi sebesar 25%. Terdapat 5 siswa (33,33%) terkontaminasi telur Ascaris lumbricoides, 4 siswa (26,66%) terkontaminasi telur Enterobius vermicularis, 3 siswa (20%) terkontaminasi telur Strongileydes stercoralis, 1 siswa (6,67%) terkontaminasi telur cacing tambang, 1 siswa (6,67%) terkontaminasi telur Ascaris lumbricoides dan telur Enterobius vermicularis (double infection), 1 siswa (6,67%) terkontaminasi telr cacing Ascaris lumbricoides dan telur Strongileydes stercoralis (double infection). Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi infeksi cacing usus pada siswa laki-laki lebih besar (73,33%) jika dibandingkan dengan prevalensi infeksi cacing usus pada siswa perempuan (26,67%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Prevalensi cacing usus melalui pemeriksaan kerokan kuku pada siswa SDN Pondokrejo 4 di Dusun Kombongan Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember cukup tinggi yaitu sebesar 25%. Sedangkan jenis dan jumlah telur cacing usus melalui pemeriksaan kerokan kuku pada siswa antara lain terdiri dari jenis telur Ascaris lumbricoides, telur Enterobius vermicularis, telur cacing tambang, dan telur Strongileydes stercoralis dengan jumlah infeksi terbanyak adalah oleh telur Ascaris lumbricoides. Pencegahan terhadap infeksi telur cacing usus dapat dilakukan dengan penyuluhan mengenai cara hidup sehat dan pemberian obat cacing secara berkala, serta mencuci tangan sebelum makan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPrevalensi Cacing Ususen_US
dc.subjectPemeriksaan Kerokan Kukuen_US
dc.titlePREVALENSI CACING USUS MELALUI PEMERIKSAAN KEROKAN KUKU PADA SISWA SDN PONDOKREJO 4 DUSUN KOMBONGAN KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record