Show simple item record

dc.contributor.authorDian Tiara Pertiwi
dc.date.accessioned2013-12-09T09:05:06Z
dc.date.available2013-12-09T09:05:06Z
dc.date.issued2013-12-09
dc.identifier.nimNIM072210101015
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6931
dc.description.abstractSetiap tahun penduduk dunia terus mengalami peningkatan, hal ini terjadi karena jumlah kelahiran setiap tahun lebih besar dibandingkan jumlah kematian. Badan Urusan Penduduk PBB menyatakan bahwa pada tanggal 31 Oktober 2011 jumlah penduduk dunia telah menembus angka 7 milyar jiwa. Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk yang cepat ini, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Program KB adalah suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi antara lain harga perolehan kontrasepsi, kualitas pelayanan KB, biaya oportunitas wanita, biaya kebutuhan hidup anak, pendapatan keluarga, dan nilai produktif anak. Biaya merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan KB. Biaya yang dikeluarkan oleh akseptor KB dapat dianalisis berdasarkan ilmu farmakoekonomi dengan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). CEA merupakan salah satu metode farmakoekonomi yang digunakan untuk menilai dan memilih program terbaik bila terdapat beberapa program berbeda dengan tujuan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode kontrasepsi manakah diantara IUD, suntik dan pil yang memiliki efektifitas biaya terendah untuk akseptor KB mandiri di Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember dengan menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental jenis studi kasus dengan pendekatan retrospektif, dilakukan di Desa Candi Jati Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember dengan jumlah sampel 83 akseptor KB mandiri yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan kuesioner untuk mengetahui jumlah biaya yang dibutuhkan oleh akseptor untuk mendapatkan pelayanan selama ber-KB. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya total, analisis efektifitas program dan analisis statistik yaitu ANOVA dengan bantuan program SPSS. Interpretasi hasil uji dilakukan dengan melihat harga signifikansi < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian pada 22 sampel metode kontrasepsi IUD, 25 sampel metode kontrasepsi suntik dan 36 sampel metode kontrasepsi pil, didapatkan hasil bahwa nilai CER objective actual dari metode kontrasepsi IUD yang sebesar 333.050 rupiah/akseptor adalah nilai paling rendah dibandingkan dengan nilai CER metode kontrasepsi pil dan suntik yang berturut-turut sebesar 721.494 rupiah/akseptor dan 828.044 rupiah/akseptor. Nilai CER objective normative untuk metode kontrasepsi IUD yang sebesar 366.355 rupiah/akseptor adalah nilai paling rendah dibandingkan dengan nilai CER metode kontrasepsi pil dan suntik yang berturut-turut sebesar 865.793 rupiah/akseptor dan 985.767 rupiah/akseptor. Ada hubungan yang linier antara efektivitas metode dengan efektivitas biaya, yaitu semakin efektif suatu metode kontrasepsi maka biaya yang dibutuhkan akan semakin efektif pula. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa ada perbedaan efektivitas biaya yang signifikan antara metode kontrasepsi IUD dengan pil dan metode kontrasepsi IUD dengan suntik, hal ini dibuktikan dengan harga signifikansi dari keduanya yaitu 0,000 < 0,05. Sedangkan perbedaan efektivitas biaya antara pil dengan suntik ternyata tidak signifikan karena harga signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,354 > 0,05.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries072210101015;
dc.subjectKONTRASEPSI, AKSEPTORen_US
dc.titleANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA METODE KONTRASEPSI IUD, SUNTIK DAN PIL UNTUK AKSEPTOR KB MANDIRI DI KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record