dc.description.abstract | Semut rangrang (Oechophylla smaragdina) merupakan serangga berguna yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu sebagai penghasil kroto yang banyak
digunakan para penghobi burung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Selama ini kebutuhan akan kroto biasanya hanya mengandalkan tangkapan
dari alam yang dilakukan dengan cara tradisional. Pencarian kroto dari alam mempunyai beberapa kelemahan antara lain pendapatan setiap harinya tidak
menentu tergantung banyak sedikitnya kroto yang didapatkan dan tergantung pada cuacanya. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk
mendapatkan kroto dalam jumlah banyak dan kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi komposisi pakan yang baik sehingga dapat
meningkatkan produktivitas dan kualitas kroto yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang
terdiri 6 macam kombinasi komposisi pakan. Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperlukan 24 botol sarang semut rangrang. Parameter penelitian yang
digunakan adalah : (1) Produktivitas kroto (bobot kroto), (2) Mortalitas, (3) Calon ratu semut, (4) Semut pejantan dan (5) Kualitas kroto yang disimpan. Data
yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analisis ragam atau ANOVA, sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan Uji
Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan tunggal belalang mampu menghasilkan nilai produksi kroto yang tinggi terlebih jika
dikombinasikan dengan ulat hongkong akan menghasilkan nilai tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Kroto dengan pemberian pakan Jangkrik,
Belalang+Jangkrik, dan Jangkrik+Ulat Hongkong memiliki daya simpan selama 3 hari. Sedangkan pada perlakuan pemberian pakan Belalang, Ulat Hongkong
dan Belalang+Ulat Hongkong memiliki nilai daya simpan selama 4 hari. | en_US |