Show simple item record

dc.contributor.authorYudha Handika
dc.date.accessioned2013-12-09T07:01:30Z
dc.date.available2013-12-09T07:01:30Z
dc.date.issued2013-12-09
dc.identifier.nimNIM031910301086
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6787
dc.description.abstractBencana tanah longsor seringkali terjadi akibat adanya pergerakan tanah pada kondisi daerah lereng yang curam, serta tingkat kelembapan (moisture) tinggi, tumbuhan jarang (lahan terbuka), dan material kurang kompak. Tanah longsor terakhir yang terjadi di Kecamatan Silo yang berada di hilir Sungai Mayang juga memberikan dampak yang cukup parah pada kecamatan lain yang berada di berada di bagian hilir sungai tersebut antara lain, Mayang, Jenggawah, Ambulu dan Tempurejo. Kemungkinan tanah longsor ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi terjadi di bagian hulu Sungai Mayang sehingga lereng gunung dan tanah tidak mampu menahan jumlah kadar air yang meningkat akibat curah hujan yang turun. MW SINMAP merupakan software berbasis sistem informasi geografis yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah rawan longsor dengan melihat struktur kestabilan lereng suatu wilayah dan juga mampu menerjemahkan tingkat kelembapan tanahnya. Pembagian kelas indeks stabilitas pada tiap daerah rawan longsor dapat mempermudah dalam mengetahui tingkat kestabilan tanah wilayah yang rentan terhadap bahaya longsor sehingga dapat diantisipasi jika terjadi curah hujan yang tinggi ataupun adanya tanda-tanda akan terjadinya kelongsoran. Dalam penelitian ini data-data yang berupa data hidrologi, data geoteknik, data longsor yang pernah terjadi, dan data DEM Kecamatan Silo diolah hingga mendapatkan parameter data sebagai input data software MW Sinmap diantaranya parameter kohesi (C), data curah hujan (R), transmisivitas tanah (T), gaya geser (θ), kedalaman solum (h), dan konduktivitas tanah (Ks). Parameter-parameter tersebut vii nantinya diolah menggunakan software MW Sinmap hingga menghasilkan data indeks stabilitas wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Dari hasil running program software MW Sinmap dihasilkan bahwa menginformasikan bahwa sebagian besar titik-titik longsor pada Kecamatan Silo berada pada zona batas indeks stabilitas antara 0 – 0,5 dan 0,5 – 1 merupakan wilayah tidak stabil zona longsor batas bawah dan batas atas. Output tabel indeks stabilitas mengindikasikan bahwa 39,538% pada area penelitian berada pada zona stabil yaitu 27,562% pada kondisi stabil, 5,19% pada kondisi agak stabil, dan 6,786% pada kondisi kurang stabil. Sedangkan 60,461% berada pada zona tidak stabil. Zona tidak stabil batas bawah mendominasi sekitar 36,819% atau 94,854 km² dan 18,534% atau 47,747 km² untuk zona tidak stabil batas atas.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries031910301086;
dc.subjectMW Sinmap, tanah longsor , indeks stabilitas.en_US
dc.titleANALISA STABILITAS LERENG DAERAH RAWAN LONGSOR MENGGUNAKAN SOFTWARE MW SINMAP (Studi Kasus Kecamatan Silo, Kabupaten Jember)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record