Show simple item record

dc.contributor.advisorNormasari, Rena
dc.contributor.advisorRini Riyanti
dc.contributor.authorMaris, Fairuztya Naila
dc.date.accessioned2015-12-07T02:43:25Z
dc.date.available2015-12-07T02:43:25Z
dc.date.issued2015-12-07
dc.identifier.nim112010101074
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/66775
dc.description.abstractDislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL. Dislipidemia juga merupakan salah satu faktor penting terjadinya penyakit jantung koroner yang merupakan penyebab kematian utama di dunia. Kadar trigliserida di atas 200 mg/dL perlu diwaspadai dan perlu dikendalikan. Tauge (Vigna Radiata (L)) merupakan makanan yang sering dikonsumsi seharihari. Beberapa zat yang terkandung pada tauge ternyata memiliki peran sebagai antioksidan maupun zat yang berhubungan dengan antioksidan yaitu fitosterol, fenol, flavanoid, vitamin E (α-tokoferol), niasin, vitamin C dan beberapa mineral (selenium, mangan, tembaga, zinc, dan besi). Tauge diduga mampu mempengaruhi proses inflamasi dan menghambat absorpsi kolesterol dan trigliserida oleh usus sehingga kadar trigliserida dalam tubuh bisa ditekan. Tauge juga mampu menurunkan sintesis triasilgliserol pada jaringan adiposa. Adanya kandungan tersebut dapat digunakan sebagai alternatif tatalakasana terhadap dislipidemia yang menjadi salah satu faktor penting penyebab penyakit kardiovaskuler. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah true experimental laboratories yang dilaksanakan di Laboratorium Faal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember secara in vivo. Penelitian ini dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang pengambilan sampelnya dilakukan secara randomisasi. Tikus dibagi dalam 5 kelompok dengan cara randomisasi, yaitu kelompok K(-), K(+), P1, P2, dan P3. Setelah aklimatisasi selesai, semua kelompok P dan K(+) diberi injeksi adrenalin yang kemudian dilanjutkan dengan diet tinggi lemak berupa kuning telur. Selanjutnya, tikus diberi perlakuan berdasarkan kelompoknya, dimana K(-) diet normal tanpa perlakuan dan K(+) diet normal dengan diberikan kuning telur 2 ml/200 g BB/hari. Sedangkan untuk kelompok P diberi diet normal, kuning telur 2 ml/200 g BB/hari dan ekstrak tauge dengan dosis sesuai dengan kelompoknya, yakni P1 50 mg/200 g BB/hari, P2 100 mg/200 g BB/hari, dan P3 200 mg/200 g BB/hari selama 6 minggu. Kadar trigliserida serum diukur diakhir perlakuan. Darah diambil dari jantung menggunakan spuit ±3cc lalu diperiksakan ke laboratorium menggunakan metode pengukuran secara enzimatik dengan reagen GPO-PAP yang dibaca menggunakan spektrofotometer dan dinyatakan dalam satuan mg/dL. Untuk mengetahui distribusi normal dari kelompok kontrol dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk dan didapatkan nilai signifikansinya (p>0,05) lebih besar dari nilai α. Setelah itu dilanjutkan dengan uji homogenitas Lavane Test dan didaptkan nilai signifikansi 0,295 (p>0,05). Analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar trigliserida serum antara kelompok kontrol dengan perlakuan adalah uji statistik One Way ANOVA. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar trigliserida serum K(-) sebesar 69,2±15,9 mg/dL; K(+) 92 ±14,9 mg/dL; P1 63,2 ±14,1 mg/dL; P2 53±6,9 mg/dL; dan P3 sebesar 84,8±23,9 mg/dL. Rata-rata kadar trigliserida serum kelompok K(-), P1, P2 dan P3 lebih rendah dibandingkan dengan K(+). Kadar trigliserida kelompok P3 lebih tinggi dibanding P1 dan P2 yang dosis ekstrak tauge lebih rendah. Pada uji parametrik One Way ANOVA diperoleh nilai signifikansi 0,014 (sig<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata kadar trigliserida antara kelompok K(-), K(+), P1, P2, dan P3. Namun setelah dianalisis post hoc multiple comparison dengan metode Tukey HSD, didapatkan hasil signifikansi 0,014. Perbedaan signifikan hanya terdapat pada kelompok K(+) dan P2 saja. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak tauge (Vigna radiata (L)) dengan dosis 100 mg dapat menunjukkan perbedaan signifikan kadar serum trigliserida dengan kelompok kontrol pada tikus wistar jantan yang diinduksi kuning telur.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectEkstrak Tauge (Vigna radiata (L))en_US
dc.subjectSerum Trigliseridaen_US
dc.subjectTikus Wistar Jantanen_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAUGE (Vigna radiata (L)) TERHADAP KADAR SERUM TRIGLISERIDA PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI KUNING TELURen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record