Show simple item record

dc.contributor.advisorAgung Santoso, Kiswara
dc.contributor.advisorIka Hesti Agustin
dc.contributor.authorLindawati, Tri
dc.date.accessioned2015-12-01T02:50:58Z
dc.date.available2015-12-01T02:50:58Z
dc.date.issued2015-12-01
dc.identifier.nimNIM 071810101081
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/65285
dc.description.abstractGabungan shift chiper dan transposisi diagonal merupakan metode dalam kriptografi (pengkodean) yang digunakan untuk aspek keamanan pesan atau data yang akan dikirim, dimana pesan ini menjadi aman dan hanya pengirim dan penerima yang bisa mengetahui isi pesan tersebut. Kriptografi dibagi menjadi dua yaitu kriptografi klasik dan kriptografi modern. Perbedaan utama kriptografi klasik dan kriptografi modern adalah enkripsi berbasis karakter pada kriptografi klasik dan enkripsi berbasis bit pada kriptografi modern. Ada dua teknik dasar yang biasa digunakan algoritma kriptografi klasik yaitu chiper transposisi dan chiper substitusi. Chiper transposisi adalah satu jenis teknik pengenkripsian pesan dengan cara mengubah urutan huruf-huruf yang ada di dalam plainteks (pesan yang belum dienkripsi). Dalam skripsi ini kriptografi yang digunakan adalah kriptografi simetri dan sebagai algoritma enkripsi dan dekripsinya adalah gabungan shift chiper dan transposisi diagonal. Kunci yang digunakan pada algoritma ini adalah bilangan bulat dan karakter yang digunakan adalah karakter pada table ASCI namun karakter yang digunakan dibatasi hanya dari karakter 32 sampai 126 saja. Skripsi ini bertujuan untuk membuat sebuah algoritma pengkodean sederhana menggunakan gabungan shift chiper dan teknik transposisi diagonal namun tidak mudah diketahui oleh orang lain. Adapun langkah-langkah algoritmanya adalah mengenkripsi pesan terlebih dahulu. Pertama, geser nilai numerik plainteks sepanjang K. Kedua, masukkan hasil pengkodean shift chiper dalam matriks berordo 􀝊 􀵈 􀝊 dimana 􀝊 􀵌 􀚿√􀜲􀛀. Ketiga, baca secara diagonal kiri bawah ke kanan atas. Setelah didapat chiperteksnya maka untuk mengembalikan menjadi plainteks lagi yaitu dengan mendekripsi chiperteks menggunakan kunci yang sama. Pertama, geser nilai numerik chiperteks sepanjang K. Kedua, masukkan hasil pengkodean shift chipper dalam matriks berordo 􀝊 􀵈 􀝊 dimana 􀝊 􀵌 􀚿√􀜲􀛀. Ketiga, baca secara diagonal kiri ke kanan Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, dalam proses enkripsi shift chipper digunakan pada algoritma pertama lalu yang kedua menggunakan transposisi diagonal dengan pola baca kiri bawah ke kanan atas. Kedua, dalam proses dekripsi algoritma pertama yang digunakan adalah shift chipper dan algoritma kedua adalah transposisi diagonal dengan pola baca kiri ke kanan. Ketiga, pengkodean plainteks menggunakan gabungan shift chipper dan transposisi diagonal lebih baik dari pada pengkodean plainteks yang menggunakan shift chipper saja atau pengkodean yang menggunakan transposisi diagonal saja.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectPLAINTEKSen_US
dc.subjectSHIFT CHIPERen_US
dc.subjectTRANSPOSISI DIAGONALen_US
dc.titlePENGKODEAN PLAINTEKS MENGGUNAKAN GABUNGAN SHIFT CHIPER DAN TRANSPOSISI DIAGONALen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record