Show simple item record

dc.contributor.authorLAYLIANA IFKIFATURROHMAH
dc.date.accessioned2015-03-24T13:32:57Z
dc.date.available2015-03-24T13:32:57Z
dc.date.issued2015-03-24
dc.identifier.nimNIM111910301001
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/62009
dc.description.abstractDalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar bahasan - bahasan mengenai erosi. Menurut Arsyad S, Penelitian ini membandingkan nilai erosi dari alat rainfall simulator dengan metode USLE, sedangkan untuk mencari nilai erodibilitas tanah digunakan nilai erosi dari alat rainfall simulator kemudian dimasukkan pada rumus Arsyad yaitu K = . Dalam penelitian ini terdapat 5 titik sampel lokasi yang memiliki nilai karakteristik seperti kadar air, pengujian sand cone, analisa saringan, dan permeabilitas yang diperoleh dari pengujian di laboratorium mekanika tanah. Setelah diketahui karakteristik tanahnya, maka selanjutnya dilakukan penelitian terhadap tingkat erosi yang terjadi pada karakteristik tanah tersebut dengan menggunakan alat rainfall simulator. Pengujian ini dilakukan dengan dua variasi intensitas hujan. Intensitas hujan yang pertama adalah sebesar 254 mm/jam, sedangkan untuk intensitas yang kedua adalah sebesar 163 mm/jam. Pada setiap parameter intensitas dilakukan penelitian dengan kemiringan sesuai dengan kondisi dilapangan yaitu: titik viii sampel lokasi 1 dengan kemiringan 25°, titik sampel lokasi 2 dan 4 dengan kemiringan 15°, dan titik sampel lokasi 3 dan 5 dengan kemiringan 5° . Nilai erosi dari alat rainfall simulator kemudian dibandingkan dengan nilai erosi dengan metode USLE. Pada 5 titik sampel lokasi pada DAS Bomo Atas menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan antara nilai erosi dari alat Rainfall Simulator dengan nilai erosi metode USLE, Perbedaan ini terjadi di karenakan pada perhitungan erosi dari alat rainfall simulator, parameter metode USLE yaitu erosivitas dan nilai erodibilitas tanah tidak dapat dikalibrasi pada alat rainfall simulator . Sedangkan untuk parameter metode USLE yaitu panjang-kemiringan lereng, faktor tanaman penutup dan manajemen tanaman, dan faktor konversi tanah dapat dikalibrasi pada alat rainfall simulator. Nilai erodibilitas tanah tertinggi terdapat pada titik sampel lokasi 1 dengan intensitas 254 mm/jam sebesar 0,00000081en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries111910301001;
dc.subjectKAJIAN NILAI ERODIBILITAS TANAH(NILAIK) BANYUWANGIPADA DAS BOMO ATAS DI KABUPATEN BANYUWANGIen_US
dc.titleKAJIAN NILAI ERODIBILITAS TANAH(NILAIK) BANYUWANGIPADA DAS BOMO ATAS DI KABUPATEN BANYUWANGIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record