Rhythmic Editing untuk Mendukung Emosional Karakter pada Film Pendek Fiksi Kita Punya Sedikit Waktu untuk Bicara
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film merupakan salah satu media untuk mengkomunikasikan informasi, ide,
dan pengalaman dari sudut pandang baru. Menurut Hiawan Pratista (2008:23-24),
film adalah media audio visual yang menggabungkan kedua unsur, yaitu naratif dan
sinematik. Dua unsur tersebut saling berinteraksi dan berkesinambungan. Unsur
naratif sendiri berhubungan dengan aspek cerita film, sedangkan unsur sinematik
merupakan aspek teknis yang menunjang alur atau jalan ceritanya yang dibangun
melalui mise-en-scene, sinematografi, suara dan editing sehingga dapat
memberikan kesan yang dramatik. Editing dalam film adalah elemen esensial yang
memainkan peran krusial dalam menyusun narasi, membangun emosi, dan
menciptakan ritme cerita. Editing berperan penting dalam membangun dan
memperkuat emosi dalam film. Pemilihan momen tertentu dan cara adegan disusun
dapat mempengaruhi perasaan penonton.
Film Kita Punya Sedikit Waktu Untuk Bicara mengangkat tema eksistensial
tentang makna kebahagiaan melalui dialog antara dua karakter utama: Nadia,
seorang pengidap AIDS stadium akhir, dan Liarzi, sosok malaikat pencabut nyawa.
Dalam penciptaan film ini, pengkarya mengambil peran sebagai editor dengan
fokus pada penerapan teknik rhythmic editing, khususnya emotional rhythm, untuk
memperkuat pembangunan emosi karakter sepanjang film.
Rhythmic editing merupakan pendekatan penyuntingan yang mengatur ritme
visual dan audio untuk menciptakan dampak emosional pada penonton. Melalui
pemilihan durasi shot, titik potong, dan perpindahan yang halus, pengkarya
berusaha menjaga intensitas emosional dari percakapan yang menjadi pusat narasi
film. Teknik tambahan seperti J-cut, L-cut, dan cutting to reaction juga digunakan
untuk mendukung ritme emosional dan menjaga kesinambungan dalam dialog.
Film ini hanya terdiri dari satu adegan panjang yang dibagi menjadi empat
segmen utama: Permulaan, Dorongan, Prinsip, dan Akseptasi. Dengan minim
perpindahan lokasi, ritme editing menjadi alat utama dalam menjaga dinamika
narasi. Hasil akhir dari proses editing ini diharapkan mampu menyampaikan nuansa
batin karakter secara lebih mendalam dan menyentuh emosi penonton, serta
menjadi referensi bagi pelaku perfilman dalam mengeksplorasi kekuatan ritme
dalam penyuntingan film.
Description
Reupload Repository 26 Maret 2026 Maya
