Show simple item record

dc.contributor.authorFito Ardilas, Dhaniar
dc.contributor.authorAnwar
dc.contributor.authorAzhari, Kholiq
dc.date.accessioned2014-05-09T05:50:10Z
dc.date.available2014-05-09T05:50:10Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/57646
dc.description.abstractSalah satu sektor dari pendapatan pajak daerah yang dikaji penulis adalah sektor penerimaan pendapatan pajak reklame yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah kabupaten Banyuwangi serta menambah kesejahteraan masyarakatnya. Hal lainnya mengenai ketertarikan untuk meneliti potensi dari pajak reklame pada pemerintah Kabupaten Banyuwangi dikarenakan pajak reklame merupakan salah satu penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data dari kantor Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Banyuwangi, total PAD Kabupaten Banyuwangi pada kurun waktu tahun 2005 hingga tahun 2010 mengalami peningkatan yang positif terutama pada bidang pajak daerah. Beberapa rumusan masalahnya antara lain, Bagaimana tren penerimaan pajak Reklame di Kabupaten Banyuwangi selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, dan Bagaimana potensi penerimaan pajak Reklame di Kabupaten Banyuwangi berdasarkan: Total penerimaan pajak reklame, Laju pertumbuhan pajak reklame, Tax Effort, Efektifitas pajak reklame, serta Laju pertumbuhan dan elastisitas. Potensi penerimaan adalah: daya, kekuatan, atau kesanggupan yang pantas diterima dalam keadaan seratus persen. Potensi penerimaan daerah dapat diukur berdasarkan pada: (1) fungsi sumber pendapatan; (2) indikator sosial ekonomi. Menurut paradigmanya, metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang menggunakan data sekunder. Data Sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dan bukan diusahakan sendiri, seperti dokumen, literatur, maupun studi pustaka. Penulis mengunakan data sekunder berbentuk laporan realisasi APBD kabupaten Banyuwangi selama 6 tahun dari 2005 sampai dengan 2010. Metode yang sering dipakai untuk analisis data deskriptif kuantitatif adalah termasuk kelompok kategorikal. Metode ini umumnya lebih popular menggunakan analisa perhitungan untuk mendapatkan prosentase selama enam tahun. Gambaran mengenai penerimaan pajak reklame di Kabupaten Banyuwangi tahun 2005 sampai 2010 dari hasil analisis rasio rata-rata laju pertumbuhan pajak reklame menunjukkan bahwa pajak reklame mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2005 sampai tahun 2010 namun menurun pada tahun 2009 sehingga dikategorikan kurang berhasil dan tax effort pajak reklame menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum berhasil menggali pajak reklame secara maksimal dan terjadi inefisiensi dalam pelaksanaan pemungutan, sedangkan rasio efektivitas pajak reklame pertahun tergolong sangat efektif. Secara time series, prosentase kontribusi pajak reklame terhadap total penerimaan pajak daerah di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2005 hingga tahun 2010 menunjukkan nilai yang berfluktuasi dan tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan tiap tahunnya.en_US
dc.publisherUNEJen_US
dc.relation.ispartofseriesArtikel Ilmiah Mahasiswa;
dc.subjectMetode Kategorikal,en_US
dc.subjectNilai berfluktuasien_US
dc.titleAnalisis Potensi Penerimaan Pajak Reklame Sebagai Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyuwangien_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record