Show simple item record

dc.contributor.authorAlfa Rianto
dc.date.accessioned2014-04-24T01:54:11Z
dc.date.available2014-04-24T01:54:11Z
dc.date.issued2014-04-24
dc.identifier.nimNIM081810201034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/57402
dc.description.abstractTeknik pemodelan, terutama pemodelan data MT 1-D telah berkembang pesat, baik berupa teknik pemodelan kedepan maupun pemodelan inversi. Namun demikian, keadaan geologi suatu daerah tertentu tidak selalu dapat digambarkan sebagai model 1-D. Untuk daerah dengan keadaan geologi yang lebih kompleks,pemodelan 1-D sudah tidak relevan lagi sehingga diperlukan pemodelan 2-D. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan didapat kesimpulan bahwa secara umum, respon MT 2D untuk anomali baik berbentuk lingkaran maupun persegi disajikan dalam bentuk kontur medan magnet, kontur fasa medan magnet, kurva resisitivitas semu, dan kurva fasa impedansi. Perubahan distribusi medan magnet pada batas – batas anomali pada arah lateral menunjukkan ukuran anomali, sedangkan pada arah vertikal menunjukkan kedalamannya. Selain itu, kurva resisitivitas semu dan kurva fasa impedansi juga dapat menunjukkan ukuran dan kedalaman anomali. Ukuran anomali pada kurva resisitivitas semu ditunjukkan dengan penurunan harga resisitivitas semu pada batas – batas anomali (arah lateral) kemudian naik kembali, sebaliknya pada kurva fasa impedansi naik. Kedalaman anomali dapat diketahui melalui besarnya nilai resisitivitas semu, besarnya nilai resisitivitas semu berbeda untuk frekuensi yang berbeda. Demikian juga kenaikan harga fasa impedansi untuk frekuensi tertentu menunjukkan kedalaman anomali.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081810201034;
dc.subjectpermukaan bumi, geometri anomali, MT 2D modus TMen_US
dc.titlePEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BUMI DENGAN VARIASI KEDALAMAN DAN GEOMETRI ANOMALI MENGGUNAKAN MT 2D MODUS TMen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record