Show simple item record

dc.contributor.authorYAHYA KURNIAWAN
dc.date.accessioned2013-12-06T05:43:44Z
dc.date.available2013-12-06T05:43:44Z
dc.date.issued2013-12-06
dc.identifier.nimNIM081910301074
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5624
dc.description.abstractPada beberapa tahun terakhir, terdapat kecenderungan terjadinya pemusatan kawasan perumahan untuk wilayah Kota Jember yakni berada di selatan pusat kota tepatnya di Kelurahan Tegal besar, Kecamatan Kaliwates dan di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan data jumlah perumahan yang tercatat oleh PU. Cipta Karya, sampai dengan tahun 2011 di Kota Jember terdapat total 80 perumahan dan 25 perumahan diantaranya atau 31,25% berlokasi di kelurahan Tegal Besar dan Kelurahan Kebonsari. Kondisi demografi tersebut menimbulkan permasalahan dalam prasarana transportasi terutama akses jalan untuk berlalu-lintas. Beberapa akses jalan utama yang berada di kelurahan Tegal Besar dan Kelurahan Kebonsari seringkali mengalami kemacetan lalu-lintas terutama pada jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Diperlukan solusi alternatif semisal perbaikan terhadap sistem angkutan umum untuk meningkatkan pemilihan terhadap angkutan umum sebagai moda angkutan transportasi perjalanan kerja sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang saat ini menjadi moda angkutan utama. Untuk melakukan pengalihan moda tersebut, terlebih dahulu perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi perjalanan kerja. Metode Analytic Hierarchy Process vii (AHP) dapat dipergunakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengestimasi bobot prioritas pemilihan moda transportasi berdasarkan faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi pemilihan moda, mengestimasi bentuk pemodelan pemilihan moda, dan menganalisa sensitivitas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda. Adapun faktor-faktor yang dianggap mempengaruhi pemilihan moda antara lain : aman, nyaman, biaya, dan waktu. Sementara alternatif moda yang tersedia adalah : mobil, sepeda motor, dan lyn. Lokasi pengumpulan data dengan teknik survei wawancara kuesioner dipusatkan di Perumahan Taman Gading dan Perumahan Bumi Muktisari. Adapun pertimbangan dipilihnya kedua perumahan tersebut sebagai lokasi survei dikarenakan Perumahan Taman Gading dan Perumahan Bumi Muktisari memiliki jumlah penduduk relatif besar yang berada di Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Tegal Besar. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampling nonprobabilitas. Sementara teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampel tak acak purposive sampling dengan jumlah responden ditetapkan sejumlah 120 responden. Berdasarkan hasil analisa metode AHP mengenai bobot prioritas masing-masing kriteria, diketahui bahwa faktor aman menjadi prioritas utama bagi responden dalam memilih moda transportasi perjalanan kerja yakni sebesar 46,02%; kemudian prioritas lainnya adalah biaya 41,41%; waktu 7,90% dan urutan prioritas yang terakhir bagi responden adalah faktor nyaman sebesar 4,67%. Dilihat dari berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, maka diketahui bahwa bobot prioritas pemilihan angkutan umum dalam hal ini adalah lyn merupakan prioritas pemilihan terakhir yakni 7,22%. Bobot prioritas pemilihan lyn terpaut jauh jika dibanding prioritas pemilihan sepeda motor dan mobil yang masing-masing sebesar 47,99% dan 44,80%. viii Dari hasil analisa sensitivitas, diketahui bahwa pengurangan dan peningkatan bobot prioritas pada masing-masing kriteria tidak memberikan perubahan berarti dalam pemilihan lyn sebagai alternatif moda transportasi perjalanan kerja atau dengan kata lain lyn bersifat insensitif terhadap parameter-parameter yang dianggap berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi perjalanan kerja. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa faktor aman merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi perjalanan kerja yakni dengan bobot prioritas 46,02% dan sepeda motor merupakan alternatif moda terpenting bagi responden dengan prosentase pemilihan sebesar 47,99%. Sementara itu dari hasil analisa sensitivitas, disimpulkan bahwa lyn bersifat insensitif terhadap parameterparameter yang dianggap berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi perjalanan kerja. Berdasarkan dari kesimpulan hasil penelitian, untuk meningkatkan pemilihan moda angkutan umum sebagai solusi mengurangi kepadatan jalan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi, maka disarankan untuk dilakukan pengembangan penelitian mengenai bagaimana meningkatkan persepsi pelaku perjalanan terhadap pelayanan angkutan umum di Kabupaten Jember.en_US
dc.relation.ispartofseries081910301074;
dc.subjectMetode Analytic Hierarchy Process (AHP)en_US
dc.titlePENERAPAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA MODEL PEMILIHAN MODA PERJALANAN KERJA (Studi Kasus : Perumahan Taman Gading Dan Perumahan Bumi Muktisari)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record