Show simple item record

dc.contributor.authorNINA AFRIZA SOFIANDRIYANITA
dc.date.accessioned2013-12-06T02:33:11Z
dc.date.available2013-12-06T02:33:11Z
dc.date.issued2013-12-06
dc.identifier.nimNIM032210101051
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5484
dc.description.abstractKanker merupakan kondisi sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya terhadap pengaturan proliferasi dan diferensiasi sel, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kasus kanker yang sering ditemui antara lain adalah kanker paru, prostat, payudara dan kolorektal (DiPiro et al., 2004). Kanker paru dalam arti luas adalah penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain. Kanker paru sulit terdeteksi dan tanpa gejala pada tahap awal. Sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru melakukan reproduksi liar sehingga menyebabkan munculnya tumor yang dapat menghambat dan menghentikan fungsi normal paru. Besarnya ukuran paru menyebabkan kanker tumbuh bertahun-tahun tak terdeteksi dan tanpa gejala. Penyakit ini baru bisa dideteksi setelah kanker mencapai stadium lanjut (Anonim, 2001). Pendekatan diagnosis yang teratur, stadium dan terapi berdasarkan pengetahuan gejala klinis kanker paru memungkinkan pemilihan terapi terbaik sehingga memungkinkan kesembuhan atau pengobatan paliatif optimal bagi pasien (Minna,2001). Pemilihan jenis terapi sangat ditentukan oleh tingkat keganasan penyakit, untuk itu diperlukan diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut untuk pemilihan terapi yang tepat agar dapat meminimalkan resiko efek merugikan seperti resistensi dan toksisitas. Penelitian dilakukan secara non-eksperimental dengan rancangan deskriptif, cross sectional. Bahan penelitian yang digunakan adalah Dokumen Medik Kesehatan (DMK) pasien infeksi paru non TB Rumah Sakit Paru Jember mulai tanggal 1 Januari-31 Desember 2008 yang diambil seluruhnya (total sampling) sebanyak 24 sampel. Data-data kualitatif yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian atau narasi, sedangkan data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pasien penderita kanker paru didominasi oleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki 83.33%, berada pada golongan usia 45-64 tahun (75%) serta sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai petani (54.17%). Disamping itu faktor kebiasaan merokok juga memiliki peranan sebagai penyebab utama timbulnya penyakit kanker paru, berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 58.33% pasien yang melakukan pengobatan di RS Paru Jember adalah perokok. Keluhan utama yang di rasakan oleh pasien yang datang ke RS Paru Jember adalah batuk darah disertai nyeri dada 41.67%, dengan hasil diagnosa utama yaitu metastasis squamosa cell ca 70.83%. Serta penggunaan terapi paliatif sebesar 95.83% sebagai terapi terbanyak pada pengobatan pasien kanker paru di RS Paru Jemberen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries032210101051;
dc.subjectPENGOBATAN,PENDERITA KANKER PARU.en_US
dc.titleDESKRIPSI PENGOBATAN TERHADAP PENDERITA KANKER PARU DI RS.PARU JEMBER PERIODE TAHUN 2008en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record