Show simple item record

dc.contributor.authorLailiyatul Fadhliya
dc.date.accessioned2013-12-05T04:24:27Z
dc.date.available2013-12-05T04:24:27Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM071610101034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4667
dc.description.abstractPorphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab utama periodontitis, suatu inflamasi kronis pada jaringan pendukung disekeliling gigi. Bakteri ini juga menginduksi aktivasi neutrofil yang ditunjukkan oleh proses adhesi neutrofil pada P.gingivalis. Neutrofil merupakan fagosit utama dalam sirkulasi darah yang berfungsi mengenali, mencerna dan menghancurkan mikroba. Neutrofil bersirkulasi dalam darah hanya sekitar 4-8 jam dan berumur hanya sekitar dua minggu. Sehingga, viabilitas (kelangsungan hidup) neutrofil dalam merespons adanya mikroba merupakan faktor yang sangat penting dalam proses inflamasi periodontal. Penentuan paling umum terhadap viabilitas sel neutrofil didasarkan pada integritas membran sel. Asam lemak dalam membran sel membantu membran sel untuk melakukan fungsinya secara optimal dengan mempertahankan integritas dan fluiditas membran sel. Asam lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA) berperan penting dalam transport dan metabolisme lemak, fungsi imun, serta dapat mempertahankan fungsi dan integritas membran sel. Asam lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid/PUFA) merupakan komponen terbanyak (58,1%) dari seluruh asam lemak yang terdapat dalam minyak jintan hitam. Jintan hitam (Nigella sativa Linn) adalah salah satu tanaman herbal yang sudah sejak lama digunakan sebagai obat-obatan tradisional oleh masyarakat. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern, karena memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui viabilitas neutrofil yang dipapar Porphyromonas gingivalis dan diinkubasi dengan minyak jintan hitam (Nigella sativa Linn). Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian the post test-only control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Bagian Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi dan Laboratorium Biosience Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember. Pada penelitian ini digunakan sampel isolat neutrofil yang dipapar P.gingivalis dan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diinkubasi dengan minyak jintan hitam dan kelompok kontrol (tidak diinkubasi minyak jintan hitam). Viabilitas atau kelangsungan hidup neutrofil diamati dengan pewarnaan trypan blue dimana neutrofil yang viable (hidup) sitoplasmanya bening (tidak menyerap pewarnaan trypan blue). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang siginifikan (p<0,05) antara viabilitas neutrofil yang dipapar P.gingivalis dan diinkubasi minyak jintan hitam dengan kelompok kontrol (yang tidak diinkubasi minyak jintan hitam). Viabilitas neutrofil yang dipapar P.gingivalis diinkubasi dengan minyak jintan hitam yaitu 40,08%, lebih tinggi daripada kelompok kontrol yaitu 35,96%. Kesimpulan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa minyak jintan hitam (Nigella sativa Linn) dapat meningkatkan viabilitas neutrofil yang dipapar Porphyromonas gingivalis.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071610101034;
dc.subjectViabilitas Neutrofil, Minyak Jintan Hitamen_US
dc.titleVIABILITAS NEUTROFIL YANG DIPAPAR Porphyromonas gingivalis DAN DIINKUBASI DENGAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa Linn)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record