Show simple item record

dc.contributor.authorNungki Devi Danista
dc.date.accessioned2013-12-05T03:25:36Z
dc.date.available2013-12-05T03:25:36Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM071810301082
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4554
dc.description.abstractPisang ambon merupakan Salah satu varietas unggul yang berpotensi sebagai bahan makanan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penentuan ketuaan buah pisang umumnya dilihat berdasarkan dari warna kulit buah. Hal ini memiliki beberapa kekurangan yaitu penilaian manusia yang bersifat subyektif. Penentuan warna kulit selain menggunakan mata dapat juga menggunakan kamera sehingga akan mengasilkan intensitas reflektan yang berupa nilai R,G,B warna kulit. Warna pada kulit buah ditentukan oleh adanya kandungan pigmen (pigmen hijau dan pigmen kuning). Pigmen tersebut dapat diperoleh dengan cara pemisahan pigmen menggunakan metode kromatografi kolom. Kandungan masing-masing pigmen dapat diketahui menggunakan spektrometri visibel berupa nilai absorbansinya. Kedua variabel tersebut dapat dicari hubungannya melalui analisa korelasi untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara intensitas R,G,B dengan absorbansi pigmen kulit buah buah pisang Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap menggunakan buah pisang dalam satu tandan (kriteria hijau, hijau kekuningan, kuning kehijauan dan kuning). Tahap pertama dilakukan pengukuran intensitas R,G,B dengan cara pengambilan gambar sampel pisang menggunakan kamera digital yang kemudian akan diproses dengan komputer menggunakan software matrix. Proses pengambilan gambar, sebelumnya dilakukan uji pendahuluan meliputi variasi sumber cahaya (cahaya terbuka dan tertutup), variasi latar belakang (hitam dan putih), variasi jarak lampu dengan sampel (25 cm, 45 cm dan 65 cm), variasi kekuatan cahaya lampu (5 watt, 8 watt dan 22 watt). Tahap kedua dilakukan pengukuran pigmen dengan mengekstrak kulit pisang (ukuran 3 x 5 cm) dalam pelarut aseton:petroleumeter (2 : 8) dan memisahkannya dengan metode kromatografi kolom serta diukur absorbansinya. Tahap ketiga dilakukan analisa korelasi antara nilai absorbansi pigmen dengan intensitas R,G,B. Hasil uji pendahuluan pada proses pengambilan gambar didapatkan simpangan terkecil pada penggunaan cahaya tertutup, latar belakang hitam, jarak lampu 65 cm dan kekuatan cahaya lampu 5 watt. Hasil tersebut digunakan pada proses pengambilan gambar untuk pengukuran intensitas R,G,B selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kuning kulit buah, intensitas red dan green semakin besar, sedangkan intensitas blue relatif tetap dan tidak mengalami perubahan yang menonjol. Intensitas blue tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan warna hijau hingga kuning.. Hasil pengukuran pigmen menunjukkan bahwa semakin kuning kulit pisang, absorbansi pigmen hijau akan semakin menurun. Jumlah pigmen pada buah pisang yang sudah tua akan mengalami penurunan karena terjadinya degradasi. Kuat tidaknya hubungan antara intensitas R,G,B dengan absorbansi pigmen pada kulit pisang dinyatakan dengan koefisien korelasi (r). Korelasi antara absorbansi pigmen hijau dengan intensitas red sangat erat (kuat) yaitu sebesar -0,96, korelasi antara absorbansi pigmen hijau dengan intensitas green juga sangat erat (kuat) yaitu sebesar -0,93, sedangkan korelasi antara absorbansi pigmen hijau dengan intensitas blue kurang erat (lemah) yaitu sebesar 0,24. Menurut teori warna digital, warna kuning merupakan gabungan antara warna merah dan hijau, sehingga intensitas red sangat berpengaruh dan nilai korelasinya paling besar.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries071810301082;
dc.subjectKorelasi Antara Intensitas Red, Green, Blueen_US
dc.titleKORELASI ANTARA INTENSITAS RED, GREEN, BLUE TERHADAP PERUBAHAN PIGMEN WARNA KULIT BUAH PISANG AMBON (Musa Paradisiaca L.)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record