Analisis Rasionalitas dan Inovasi Petani di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pertanian di Indonesia masih menjadi sektor utama yang menopang kehidupan
masyarakat pedesaan. Dalam praktiknya, pengambilan keputusan petani dianggap
tidak rasional jika dibandingkan dengan pendekatan ekonomi formal. Padahal,
pilihan-pilihan yang dibuat petani sangat dipengaruhi oleh pengalaman, kondisi
lokal, serta keterbatasan informasi dan sumber daya. Inilah yang menjadi latar
belakang penelitian ini, yaitu untuk memahami lebih dalam bagaimana bentuk
rasionalitas dan inovasi yang berkembang di kalangan petani secara kontekstual dan
partisipatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk rasionalitas petani dalam
menjalankan usaha tani, serta menggali bagaimana proses inovasi dilakukan oleh
petani di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data
diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi.
Informan dipilih secara purposive dengan teknik snowball, sedangkan analisis data
dilakukan secara tematik dengan pendekatan deduktif menggunakan teori
rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan pengembangan inovasi partisipatif
(participatory innovation development).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Desa Karangsono
mempertimbangkan banyak faktor dalam mengambil keputusan bertani, termasuk
kondisi cuaca, sumber daya yang tersedia, pengalaman masa lalu, serta pengaruh
sosial di komunitasnya. Rasionalitas yang ditunjukkan bersifat adaptif dan realistis,
bukan sekadar mengikuti prinsip efisiensi ekonomi. Selain itu, inovasi yang
dilakukan petani bersifat lokal dan partisipatif. Petani menciptakan atau
memodifikasi teknik dan strategi budidaya berdasarkan uji coba lapangan,
pengalaman pribadi, dan diskusi antarpetani. Inovasi ini tumbuh secara organik dan
lebih berkelanjutan karena sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan
mereka.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa petani memiliki cara berpikir
dan bertindak yang rasional dalam konteksnya sendiri, serta mampu
mengembangkan inovasi tanpa selalu bergantung pada intervensi eksternal. Oleh
karena itu, kebijakan pertanian dan program pembangunan desa sebaiknya
memperkuat peran serta petani dalam proses inovasi dan pengambilan keputusan
dengan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya setempat.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
