Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Project Based Learning Pada Peserta Didik Kelas X Pemasaran SMKN 1 Jember Tahun Ajaran 2023/2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Pendidikan pada abad 21 telah mengalami perkembangan yang sangat pesat
dan membawa paradigma baru pada pembelajaran. Paradigma ini dapat diterapkan
dalam pembelajaran di kelas karena pendidik harus memiliki keterampilan
mengajar yang baik dengan berbantuan model pembelajaran. Berdasarkan hasil
wawancara kepada guru SMK Negeri 1 Jember bahwasanya sebagian peserta didik
masih kurang aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran di kelas, selain itu
juga peserta didik kesulitan dalam menganalisis masalah yang telah diberikan oleh
guru. Dengan terjadinya hal tersebut maka berdampak pada hasil belajar yang
kurang optimal. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut yaitu
membandingkan dua model dimana tujuannya untuk mengetahui perbedaan hasil
belajar yang signifikan. Model yang diujikan ialah model problem based learning
dan project based learning. Dari kedua model tersebut memiliki kesamaan
diantaranya adalah sama-sama menekankan peran aktif kepada peserta didik dalam
proses pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi eksperimental)
dengan pola post-test only kontrol group design, untuk penentuan lokasi pada
penelitian ini dilakukan secara sengaja atau disebut dengan purposive area. Lokasi
penelitian yang dipakai oleh peneliti ialah SMK Negeri 1 Jember yang beralamat di
Jl. Jambu No 17, Patrang, Kec Patrang, Kab Jember, Prov Jawa Timur. Objek pada
penelitian ini ialah hasil belajar peserta didik kelas X BDP menggunakan model
problem based learning dan project based learning. Populasi yang dipakai ialah kelas X BDP SMK Negeri 1 Jember tahun
ajaran 2024/2025. Proses pada penentuan sampel memakai Teknik purposive
sampling, yang artinya pada pengambilan sampel yang ditentukan oleh peneliti
dengan melihat pertimbangan tertentu. Kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu
kelas X BDP 1 sebagai kelas eksperimen dan Kelas X BDP 2 sebagai kelas kontrol.
Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan observasi,
wawancara, tes, dan dokumen pendukung.
Berdasarkan hasil penelitian yang dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang
menggunakan uji independent sample t-test pada data hasil belajar dibaris equal
variances assumed diperoleh nilai data ttabel dengan df 66 pada taraf signifikansi
5% atau 0.05 diperoleh angka 1.996. thitung nya adalah 3.609. Artinya thitung>ttabel
yaitu 3.609>1.996. Pada nilai (Sig. 2-tailed) yaitu 0.005< 0.05 lebih kecil dari taraf
signifikansi 0.05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan.
Hal tersebut maka kelas yang menerapkan model problem based learning
memiliki hasil nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang
menerapkan model project based learning. Yang mendasari mengapa model
problem based learning mampu meningkatkan hasil belajar yang optimal karena
dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya dalam
menganalisis dan memecahkan masalah. Model ini juga dapat mendorong peserta
didik dalam mengembangkan ketrampilan berpikir kritis, memecahkan masalah,
dan analisis pemahaman tersebut, model ini juga cocok untuk diterapkan karena
akan berdampak pada hasil belajar peserta didik yang optimal.
Description
Reupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri
