Analisis Nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Materi Indonesiaku Kaya Budaya pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas IV Sekolah Dasar

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Profil Pelajar Pancasila mencerminkan karakter ideal yang diharapkan dapat dimiliki oleh setiap peserta didik Indonesia, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Profil Pelajar Pancasila diimplementasikan selama proses pembelajaran berlangsung, termasuk dalam kegiatan projek maupun pembelajaran tematik di dalam kelas. Salah satu materi dalam IPAS kelas IV yang berpotensi untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah materi “Indonesiaku Kaya Budaya”. Materi ini memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal identitas budaya, geografis, sosial, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa buku teks Pendidikan Pancasila kelas IV SD pada tema “Kerja Sama di Lingkunganku”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, sedangkan analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dilakukan dengan mengidentifikasi teks, gambar, atau dialog yang merepresentasikan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Setiap nilai diberi kode agar memudahkan dalam klasifikasi data, yaitu: T untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, G untuk berkebinekaan global, R untuk gotong royong, M untuk mandiri, K untuk kreatif, dan B untuk bernalar kritis. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa nilai yang sering muncul yaitu nilai berpikir kritis dengan persentase (30,51%), dan nilai yang paling sedikit muncul adalah nilai kreatif dengan persentase (6,78%). Artinya pada materi tersebut kata maupun kutipan yang berkaitan dengan bernalar kritis lebih sering muncul dan diharapkan mengembangkan sikap bernalar kritis peserta didik. Sedangkan nilai yang sedikit muncul yakni nilai kreatif, artinya pada materi tersebut peserta didik kurang diasah kekreatifitasannya dalam kegiatan pembelajaran

Description

Reupload Repository 26 Januari 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By