Show simple item record

dc.contributor.authorWACHID HASYIM
dc.date.accessioned2014-01-29T00:30:30Z
dc.date.available2014-01-29T00:30:30Z
dc.date.issued2014-01-29
dc.identifier.nimNIM061910301072
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26842
dc.description.abstractKekuatan dan stabilitas struktur sangat tergantung pada penyambungan atau pengikatan yang menyatukan bagian-bagiannya. Kegagalan konstruksi kayu sering diakibatkan oleh gagalnya sambungan dari pada kegagalan material. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kekuatan sambungan menurut Awaludin (2002) adalah terjadinya pengurangan luas tampang, terjadinya penyimpangan arah serat, dan terbatasnya luas sambungan. Terdapat berbagai jenis sambungan pada struktur kayu baik secara mekanis maupun non mekanis. Pada penelitian ini akan dicoba sambungan secara mekanis yaitu jenis sambungan yang menggunakan material kayu. Jenis sambungan mekanis yang akan diuraikan adalah sambungan gigi tunggal dan sambungan gigi majemuk. Penelitian diawali dengan melakukan pengujian material yang terdiri dari pengujian kadar air kayu dan berat jenis (SNI -6850-2002 Metode Pengujian Pengukuran Kadar Air Kayu dan Bahan Kayu ), kuat geser kayu (SNI 03-3400-1994 Metode Pengujian Kuat Geser Kayu di Laboraturium) serta pengujian kuat desak (SNI 03-3958-1995 Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu di Laboraturium) dengan tiga jenis kayu berbeda yaitu kayu Bangkirai, kayu Keruing, dan kayu Kamper. Kemudian dilakukan perencanaan sambungan guna untuk mengetahui kedalaman takikan pada sambungan dengan beban rencana 3600 kg. Selanjutnya buat benda uji berdasarkan perencanaan sambungan dengan tiga jenis kayu yang berbeda. Pengujian sambungan gigi tunggal dan sambungan gigi majemuk dilakukan dengan memberikan beban secara kontinu hingga mencapai beban maksimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sambungan gigi majemuk lebih kuat dibandingkan sambungan gigi tunggal dengan beban yang dicapai pada sambungan gigi majemuk 8266,67 kg dan sambungan gigi tunggal 6233,33 kg. Berdasarkan pengujian sambungan gigi majemuk mengalami gagal desak dan sambungan gigi tunggal mengalami gagal geser. Gaya desak yang terjadi pada sambungan gigi majemuk 547,67 kg/cm 2 dan gaya geser pada sambungan gigi majemuk 69,21 kg/cm 2 . Dari pengujian tiga jenis kayu yang berbeda kayu Bangkirai lebih kuat dibandingkan kayu Kamper dan Keruing hal ini didukung dari pengujian sambungan dan berat jenis kayu Bangkirai lebih besar yaitu: 0,78 gr/cm Keruing dan Kamper 0,70 gr/cm 3 dan 0,58 gr/cm ix 3 .en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries061910301072;
dc.subjectANALISIS DAN PENGUJIAN KAPASITAS SAMBUNGAN GIGI TUNGGAL DAN SAMBUNGAN GIGI MAJEMUKen_US
dc.titleANALISIS DAN PENGUJIAN KAPASITAS SAMBUNGAN GIGI TUNGGAL DAN SAMBUNGAN GIGI MAJEMUK PADA BERBAGAI JENIS KAYUen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record