Show simple item record

dc.contributor.authorHilda Yolanda Nidya Deviga
dc.date.accessioned2014-01-28T23:02:54Z
dc.date.available2014-01-28T23:02:54Z
dc.date.issued2014-01-28
dc.identifier.nimNIM072210101052
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26690
dc.description.abstractAdanya kemajuan teknologi kedokteran, perbaikan pelayanan kesehatan, dan gizi yang lebih baik, memberi dampak pada peningkatan usia taraf hidup dan kualitas masyarakat. Sehingga jumlah penduduk usia lanjut semakin bertambah. Perubahan ini berpengaruh pada pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif. Orang usia lanjut mengalami proses degeneratif yaitu penurunan fungsi atau perubahan struktur dari keseluruhan organ. Degenerasi organ tersebut menimbulkan beberapa penyakit sehingga memungkinkan mereka menerima obat untuk tiap penyakit yang menyebabkan polifarmasi. Polifarmasi ini dapat menimbulkan Drug Related Problem Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif dan retrospektif di bagian rekam medik instalasi rawat inap RSD dr. Soebandi Jember selama bulan Maret 2012. Sampel yang digunakan adalah pasien usia lanjut kelainan mental dan neoplasma. Penentuan potensi interaksi obat menggunakan Drug Interaction Fact dari Tatro ( Dari 100 sampel, 55 pasien berjenis kelamin laki-laki dan 45 pasien perempuan. Berdasarkan rentang usia, usia 60-69 tahun sebanyak 73 sampel, 70-79 tahun sebanyak 21 sampel, dan usia ≥80 tahun sebanyak 6 sampel. Sedangkan jumlah penggunaan obat pasien dalam 1 lembar resep, 2-5 sebanyak 14 pasien, 6-10 sebanyak 58 pasien dan ≥ l0 sebanyak 28 pasien. Total potensi interaksi obat cukup tinggi yaitu 126 kejadian dan jenis potensi interaksi obat yang terjadi sebanyak 69 jenis. Insidensi interaksi obat pada pasien penyakit jantung sebanyak 70 kejadian dari 26 sampel, syaraf 1 kejadian dari 4 sampel, pernafasan 12 kejadian dari 9 sampel, endokrin, nutrisi dan metabolisme 10 kejadian dari 8 sampel, sistem pencernaan 9 kejadian dari 18 sampel, sistem genitouriner 8 kejadian dari 15 sampel, sistem muskuloskeletal 12 kejadian dari 4 sampel, kelainan mental 2 kejadian dari 1 sampel dan neoplasma 2 kejadian dari 15 sampel. Berdasarkan profil potensi interaksi obat antara lain mekanisme interaksi obat tak diketahui sebanyak 44 kejadian kejadian Melalui pelayanan informasi obat, farmasis memegang peranan besar dalam mencegah timbulnya dampak negatif interaksi obat yang tidak hanya mempengaruhi kemanfaatan dan kemanjuran obat namun lebih jauh dapat mempengaruhi rasa aman pasien serta meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan pasien.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries072210101052;
dc.subjectPotensi Interaksi Obat, Pasien Usia Lanjut, Penyakit Degeneratifen_US
dc.titleIDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN USIA LANJUT DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF DI INSTALASI RAWAT INAP RSD DR. SOEBANDI JEMBER INSTALASI RAWAT INAP RSD DR. SOEBANDI JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record