Show simple item record

dc.contributor.authorYOHANES HANDOKO
dc.date.accessioned2013-12-03T02:13:56Z
dc.date.available2013-12-03T02:13:56Z
dc.date.issued2013-12-03
dc.identifier.nimNIM080810301128
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2645
dc.description.abstractPada pertengahan tahun 2007, terjadi krisis global dan berdampak pada likuiditas perusahaan sehingga banyak perusahaan yang terancam bangkrut karena tidak dapat membayar utang – utangnya. Dampak yang dirasakan dari kondisi di atas adalah kemungkinan terjadinya financial distress pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Peneliti ingin mengetahui pengaruh rasio keuangan dalam memprediksi financial distress, rasio keuangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rasio lancar, rasio hutang atas aktiva, marjin laba bruto, dan return on equity. Karena variabel dependen merupakan variabel dummy, maka peneliti menggunakan regresi logistik. Sampel merupakan perusahaan manufaktur yang dipilih dengan metode purposive sampling dengan berdasarkan pada kriteria tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan terbukti berpengaruh signifikan dalam memprediksi financial distress perusahaan manufaktur di Indonesia, sedangkan tingkat likuiditas, tingkat leverage, dan tingkat profitabilitas tidak berpengaruh signifikan dalam memprediksi financial distress.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080810301128;
dc.subjectfinancial distress, rasio lancar, rasio hutang atas aktiva, marjin laba bruto, return on equityen_US
dc.titlePERANAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record