Show simple item record

dc.contributor.authorTutik Ariyati
dc.date.accessioned2014-01-28T00:00:30Z
dc.date.available2014-01-28T00:00:30Z
dc.date.issued2014-01-28
dc.identifier.nimNIM111820401007
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/25773
dc.description.abstractLatar belakang dari penelitian ini adalah masih banyaknya pengendalian vektor nyamuk Ae. aegypti dengan menggunakan bahan kimia sintetik yang merugikan, maka perlu mencari alternatif cara pengendalian Ae. aegypti yang mudah dan ramah lingkungan, salah satu alternatif tersebut adalah penggunaan senyawa bioaktif dari tumbuhan,tanaman yang memiliki potensi tersebut adalah tanaman pepaya (C. papaya) yang mudah diketemukan di Indonesia. Kulit batangnya mengandung senyawa aktif alkaloid dan tanin yang diduga bisa digunakan sebagai larvasida pada Ae. aegypti.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai LC 50, LT ekstrak kulit batang pepaya (C. papaya) yang dapat mematikan larva nyamukAe. aegypti dalam kondisi laboratorium. Metode penelitian ini terdiri dari tiga tahap, tahap pertama; kulit batang yang diambil satu meter di atas tanah, dikering anginkan, dihaluskan,dimaserasi menggunakan metanol 70%,tahap kedua kolonisasi larvameliputi penetasan telur, pemeliharaan larva, pemilihan larva uji, tahap ketiga terdiri dari uji pendahuluan dan pengujian akhir dengan waktu dedah 24 jam, uji pendahuluan meliputi pembuatan larutan stok, pembuatan serial konsentrasi, pengujian dengan larva, data dianalisa probituntuk menentukan konsentrasi yang mematikam larva 10%90%, sebagai dasar pembuatan serial konsentrasi pada pengujian akhir.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap,konsentrasi yang digunakan 0,30%, 1,30%, 2,03%, 3,10%, 3,70% dan 0%(aquades) sebagi kontrol, lima kali pengulangan dan menggunakan 30 ekor larva setiap kali perlakuan. 50 Ekstrak yang diperoleh berupa pasta berwarna coklat kehitaman dengan rendemen 9,51%, hasil uji kromatografi lapis tipis, muncul empat noda, noda 1 dan 2 nilai Rf berturut-turut 0,27, 0,78,noda 3 dan 4 nilai Rf 0,38, diduga senyawa aktif yang memiliki Rf 0,27, 0,78 dan 0,38 inilah yang bersifat larvasida terhadap larva nyamuk Ae. aegypti. Hasil pengujian akhir dianalisis menggunakan General Linear Models,diperoleh konsentrasi yang paling afektif adalah 1,30% yang merupakan konsentrasi terrendah yang dapat mematikan larva tinggi dalam waktu dedah 24 jam tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2,03%, 3,10% maupun 3,70%., Hasil pengamatan, penggunaan ekstrak merubah sifat fisik air yaitu warna larutan uji, sehingga perlu kontrol dan pengawasan jika diaplikasikan pada lapang terhadap penampungan air bersih warga.Hasil analisis probit menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan semakin tinggi persentase kematian larva, begitu juga untuk waktu, semakin lama waktu dedah semakin tinggi persentase kematian larva. Kesimpulan dari penelitian ini adalah LC vii 50 =0,80%, LT = 15,31 jam, yang berarti untuk mematikan 50% populasi larva membutuhkan konsemtrasi 1,08% dalam waktu 15,31 jam, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang pepaya toksik terhadap larva nyamuk Ae. aegypti. 50 Berdasarkan hasil kesimpulan pada penelitian ini, saran yang bisa diberikan adalah: 1)Penelitian dengan menggunakan ekstrak kasar kulit batang pepaya, untuk deteksi senyawa aktif alkaloid dan tanin yang menggunakan KLT, sebaiknya sebagai penapak noda tidak hanya menggunakan dragendorff dan FeCl , tetapi juga menggunakan sinar UV 254 nm atau 365 nm agar noda tampak lebih jelas. 2) Perlu adanya formulasi ekstrak kulit batang pepaya untuk 3 diaplikasikan di lapang, agar penggunaannya di penampungan air bersih warga, tidak merubah warna air.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries111820401007;
dc.subjectEFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BATANG PEPAYA (Carica papayaL.)en_US
dc.titleEFEKTIFITAS EKSTRAK KULIT BATANG PEPAYA (Carica papayaL.) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Aedes aegypti L.en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record