Show simple item record

dc.contributor.authorTrilaksono Prastyo
dc.date.accessioned2014-01-27T06:46:37Z
dc.date.available2014-01-27T06:46:37Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM011903103022
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/25390
dc.description.abstractBatu kapur merupakan batuan dari hasil sedimentasi yang terjadi pada proses kimia dan mekanik secara alami. Komposisi utamanya adalah kalsium karbonat ( CaCo ). Di Kabupaten Jember khususnya di wilayah Jember Selatan terdapat beberapa gunung kapur, salah satunya adalah Gunung Sadeng, di Kawasan tersebut banyak dijumpai tempat-tempat penambangan batu kapur, Pada proses penambangan batu kapur, kerikil sisa penambangan yang dihasilkan kurang lebih sebesar 24 m 3 per hari, untuk ukuran kerikil dibawah 5 cm sulit dilakukan pemasaran, biasanya hanya kerikil sisa penambangan dipakai untuk bubuk kapur dan sebagai bahan pengeras jalan, sehingga pemanfaatannya belum optimal,. Dari permasalah di atas dilakukan penelitian, yaitu dengan mengganti agregat kasar pada umumnya dengan batu dari sisa hasil penambangan batu kapur di Kawasan Puger (Gunung Sadeng) Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di laboratorium program studi D-III teknik universitas Jember pada bulan Januari sampai bulan Mei 2005. bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah semen PPC produksi semen gresik, pasir dari kawasan Jember, agregat kasar (batu kapur) dari kawasan Gunung sadeng Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan mix desain cara DOE (Department Of Environment), benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Beton yang direncanakan adalah mutu fc’ 17,5 Mpa, 25 Mpa, 35 Mpa, sample masing-masing mutu beton berjumlah 20 buah benda uji. Dari hasil mix desain untuk mutu beton fc’ 17,5 Mpa didapatkan proporsi campuran 1 semen : 0,77 air : 1,78 pasir : 2,75 kerikil batu kapur, untuk mutu beton fc’ 25,0 Mpa didapatkan proporsi campuran 1 semen : 0,74 air : 1,48 pasir : 2,42 kerikil batu kapur, untuk mutu beton fc’ 35,0 Mpa didapatkan proporsi campuran 1 semen : 0,52 air : 1,09 pasir : 2,00 kerikil batu kapur. Hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan kuat tekan karakteristik untuk mutu beton fc; 17,5 Mpa umur 14 hari = 17,645 Mpa, dan umur 28 hari = 17,840 Mpa, untuk mutu beton fc’25,0 Mpa umur 14 hari = 22,424 Mpa, dan umur 28 hari = 25,527 Mpa, untuk mutu beton fc ‘ 35,0 Mpa umur 14 hari = 29,109 Mpa, dan umur 28 hari = 30,540 Mpa. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa batu kapur dapat digunakan sebagai alternatif agregat kasar untuk beton mutu fc’ 17,5 Mpa dan fc’ 25,0 Mpa, tetapi tidak dapat digunakan sebagai agregat kasar untuk mutu beton fc’ 35,0 Mpa. Teknik Sipil, Program Studi D-III Teknik, Universitas Jember.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries011.903.103.022;
dc.subjectTeknik Sipilen_US
dc.titlePENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA PENGUJIAN KUAT TEKAN BETONen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record