Show simple item record

dc.contributor.authorRiska Arizona S.
dc.date.accessioned2014-01-27T00:05:23Z
dc.date.available2014-01-27T00:05:23Z
dc.date.issued2014-01-27
dc.identifier.nimNIM081610101059
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/24634
dc.description.abstractPenyakit gigi dan mulut di Indonesia merupakan masalah utama dan diderita oleh 90% penduduk. Penyakit gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat diantaranya adalah periodontitis. Bakteri gram negatif anaerob yang menyebabkan terjadinya periodontitis salah satunya adalah porphyromonas gingivalis yang dapat menyebabkan aktifitas keradangan. Porphyromonas gingivalis dapat dideteksi pada plak gigi dan permukaan akar gigi, serta memiliki aktifitas biologis yang berperan pada patogenesis penyakit periodontal. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang bersifat menguntungkan bagi yang mengkonsumsinya melalui penyeimbangan mikroflora sistem pencernaan. Bakteri probiotik mampu menstimulasi sistem imun dengan meningkatkan produksi antibodi secara lokal maupun sistemik. Probiotik Lactobacillus sp. sangat berguna dalam mengurangi inflamasi gingiva dan sejumlah bakteri gram negatif, termasuk Porphyromonas gingivalis pada saliva dan plak subgingiva. Oleh Karen itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap jumlah sel limfosit pada tikus wistar setelah diinduksi Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Jumlah sampel yang digunakan adalah 32 ekor tikus wistar jantan, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I (8 ekor) merupakan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Kelompok II (8 ekor) merupakan kelompok perlakuan yang diberi induksi Porphyromonas gingivalis selama 5 hari dan tidak diberi suntikan bakteri probiotik. Kelompok III (8 ekor) merupakan kelompok yang diinduksi Porphyromonas gingivalis dan diberikan suntikan bakteri probiotik bersama-sama mulai awal selama 5 hari, sedangkan kelompok IV (8 ekor) merupakan kelompok yang diinduksi Porphyromonas gingivalis selama 5 hari kemudian dilanjutkan dengan suntikan bakteri probiotik selama 5 hari berikutnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Jumlah sel limfosit dihitung dengan bantuan mikroskop cahaya dengan pembesaran 1000x pada 3 slide dari masing-masing ulangan dan pengecatan limfosit menngunakan pengecatan HE. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa jumlah sel limfosit terendah adalah pada kelompok II sebesar 8,04; kemudian berturut-turut kelompok IV sebesar 9,15, kelompok III sebesar 10,33, dan pada kelompok I sebesar 12,51. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan rerata jumlah sel limfosit pada masingmasing kelompok perlakuan. Hasil analisis one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan dari tiap-tiap kelompok. Akan tetapi hasil uji Tukey HSD yang menunjukkan perbedaan (p<0,05) pada kelompok II dan kelompok IV dan juga pada kelompok III dan kelompok IV. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian probiotik L.casei mempunyai pengaruh terhadap peningkatan jumlah sel limfosit gingiva tikus wistar jantan yang sebelumnya diinduksi Porphyromonas gingivalis, pengaruh tersebut lebih efektif pada kelompok yang induksi Porphyromonas gingivalis selama 5 hari dan dilanjutkan L.casei 5 hari secara bersamaan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries081610101059;
dc.subjectPROBIOTIK, SEL LIMFOSIT GINGIVA TIKUS WISTAR JANTAN, PORPHYROMONAS GINGIVALISen_US
dc.titleEFEK PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP JUMLAH SEL LIMFOSIT GINGIVA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI PORPHYROMONAS GINGIVALISen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record